OKI, inewsnusantara. Com-Proyek renovasi Puskesmas (PKM) Kutaraya Kec. Kayu Agung Kab. OKI, Sumsel diduga mark up.
Pasalnya proyek renovasi yang menelan dana hingga Rp. 2 Milyar itu diduga tidak sesuai spesifikasi dan adanya dugaan penggelembungan dana.
Dimana dana yang dikucurkan melalui dana APBD tahun 2024 tersebut terkesan hanya menghambur-hamburkan keuangan negara saja dan justru berpotensi merugikan keuangan Negara.
Hal itu disampaikan oleh sumber yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan, jika renovasi dengan nilai anggaran dirasa tidak sesuai dengan realisasi di lapangan.
“Angka 2 Milyar itu terlalu mewah untuk kategori rehab puskesmas, sementara secara kasat mata pembangunan atau pun realisasinya hanya biasa saja, kemana uang sebanyak itu”, ujar sumber serius.
Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh CV. Fery Putra Halim.
Sumber menduga jika realisasi proyek itu dijadikan ajang korupsi untuk mencari keuntungan pribadi tanpa memikirkan mutu dan kualitas bangunan.
Selain itu, kurangnya pengawasan dari dinas terkait serta adanya upaya kongkalingkong antar oknum yang tidak bertanggungjawab didalamnya guna melancarkan aksinya.
Sumber pun meminta kepada APH untuk menindaklanjuti persoalan yang terjadi karena diduga kuat ada unsur korupsi di dalamnya.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan OKI, melalui PPTK Yankes, Amin Azhari, ketika dikonfirmasi via whatsapp, Senin (04/08) tidak memberikan respon.













