OGAN ILIR -INC,-Etet Suhandi, pria asal Ogan Ilir yang viral karena mandi di kubangan jalan rusak akhirnya buka suara.
Mang Etet, biasa ia dipanggil, mengaku tak menyangka videonya viral sehingga mengundang perhatian Pemkab Ogan Ilir.
Ceritanya, Mang Etet mandi di kubangan jalan penghubung Payaraman-Rengas pada Kamis (4/12/2025) lalu.
Dalam video berdurasi 15 detik itu, Etet tampak mandi dan melakukan gerakan seperti berenang di kolam renang.
“Oke saudara pemirsa, inilah kondisi jalan kita terbaik untuk se-Ogan Ilir. Mantap, maknyus, sip!” ucap Etet sambil mengacungkan kedua jempol, pada video yang dilihat Senin (8/12/2025).
Namun ternyata viralnya video itu tak serta-merta menguntungkan bagi Etet pribadi.
Menurutnya, arah tujuan video tersebut melenceng dari yang diperkirakan.
“Saya tadinya hanya mau bikin konten jalan rusak untuk meningkatkan jumlah tayangan dan menambah pengikut medsos,” ujar Etet.
Namun yang terjadi, Etet merasakan bahwa berita kerusakan jalan lebih viral dibanding dirinya yang mandi di kubangan.
Etet juga menyayangkan akun-akun media sosial yang tak meminta izin padanya untuk membagikan video dirinya.
“Sehingga yang muncul di berita adalah saya memviralkan jalan rusak. Padahal bukan itu tujuan saya,” ungkapnya.
Pria 54 tahun ini merasa sangat yakin bahwa tak ada orang lain yang rela mandidi kubangan jalan, selain dirinya.
Oleh karenanya, Etet berinisiatif membuat konten berbeda yang dapat meningkatkan jumlah tayangan Facebook Pro secara siginifikan.
“Tapi ya sudahlah, sudah terjadi. Memang ada dalam hati kecil saya kegelisahan soal jalan rusak, tapi konten kemarin bukan itu tujuannya,” kata dia.
Pemkab Ogan Ilir sendiri telah merespon keluhan warga terkait jalan rusak yang menghubungkan Kelurahan Payaraman dengan Desa Rengas di Kecamatan Payaraman.
Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani mengatakan, ia menerima informasi dari masyarakat terkait jalan berlubang yang digenangi air bercampur lumpur.
Akibatnya, jalan tampak seperti kubangan.
“Jumat kemarin saya meninjau jalan yang dimaksud. Curah hujan tinggi membuat lubang jalan tergenang air,” kata Ardani diwawancarai terpisah.
Saat mengecek kondisi jalan, Ardani mengajak pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir.
Hasil pengecekan, penyebab jalan tergenang karena tak ada drainase.
Saat hujan turun, air menggenangi lubang selebar 5 meter dengan kedalaman sekitar 15 sentimeter itu.
“Jalan akan diperbaiki dan dibuatkan saluran air agar tak menggenangi jalan,” terang Ardani.
Selain di lokasi yang dikunjunginya, Ardani menyebut masih ada beberapa titik kerusakan jalan di ruas Payaraman-Rengas yang perlu diperbaiki.
“Hasil peninjauan ini akan kami laporkan kepada Bapak Bupati, titik mana saja yang rusak, berapa total panjangnya. Ke depan, titik-titik yang rusak akan ditanggulangi,” ucap Ardani.













