BANYUASIN– Dalam rangka mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, Polres Banyuasin menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana secara serentak.
Apel tersebut berlangsung pada pukul 08.00 WIB di Halaman Lapangan Polres Banyuasin dengan menampilkan kekuatan gabungan dari berbagai instansi pemerintah dan lembaga terkait.
Apel ini dipimpin langsung oleh Bupati Banyuasin Dr H Askolani SH MH, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Didampingi oleh Kapolres Banyuasin AKBP AKBP Ruri Prastowo SH SIK MIK dan Dandim 0430/Banyuasin Letkol Inf. Handoyo Yudi Prasetyo SE MHI MHan.
Apel ini memperlihatkan keseriusan semua pihak dengan dihadiri oleh pasukan, berasal dari berbagai elemen turut serta. Mulai dari TNI dari Kodim 0430, Polri dari Sat Samapta, Lantas, Polairud, Intelkam, Reskrim, Narkoba, dan Polsek jajaran.
Dan hingga instansi pendukung seperti BPBD, Manggala Agni, Satpol PP, Damkar, Dishub, Tagana Dinsos, dan Dinkes. Kehadiran PNS Polres juga menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana adalah tanggung jawab bersama.
Dalam amanatnya, Bupati Askolani menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan apel ini.
Beliau menekankan bahwa apel ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata komitmen untuk melindungi masyarakat
Hal itu tentunya dari ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin putting beliung, yang dapat menimbulkan kerugian harta benda dan kerusakan lingkungan.
“Mari kita bersama siap siaga tanggap darurat terhadap bencana Hidrometeorologi, Kita bergabung untuk bekerjasama dari institusi-institusi, tanpa adanya kerjasama kita semua bukanlah apa-apa,” ujar Bupati Askolani.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan perlengkapan dan kelengkapan kesiapan bencana untuk memastikan semua peralatan dalam kondisi siap pakai jika terjadi keadaan darurat.
Kegiatan yang berlangsung kondusif dan aman ini resmi berakhir pada pukul 09.00 WIB. Melalui apel ini, diharapkan koordinasi dan respons semua pihak dapat lebih cepat, terukur, dan efektif, sehingga mampu meminimalisir dampak yang ditimbulkan bila bencana benar-benar terjadi. (Adm).













