PN Koba Tolak Praperadilan Kasus Curat Tiga Warga Tanjungberikat, Warga Bakal Sumpah Pocong

- Redaksi

Selasa, 24 Desember 2024 - 18:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKA TENGAH, Inewsnusantara.com – Pada sidang ketujuh putusan praperadilan dugaan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang disangkakan terhadap tiga (3) warga Dusun Tanjungberikat, Desa Batuberiga, Kecamatan Lubukbesar, Kabupaten Bangka Tengah yaitu Leni, Dodi dan Dudung yang digelar Senin siang (23/12/2024), Hakim Pengadilan Negeri Koba, Devia Herdita, memutuskan menolak permohonan praperadilan oleh pemohon yaitu ketiga tersangka atas termohon yaitu Polres Bangka Tengah (Bateng).

Terpantau, selama beberapa kali jalannya sidang praperadilan tersebut, masyarakat Desa Batuberiga dan sekitarnya kompak memberikan dukungan terhadap 3 warga yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Bateng atas dugaan kasus curat, 363 KUHAP.

Bahkan, sebelum-sebelumnya, terpantau ratusan masyarakat berduyun-duyun menggelar aksi damai di depan kantor PN Koba dengan pengawalan pihak kepolisian. Seperti Jumat pagi pekan kemarin (20/12/2024), masyarakat memberikan kesaksian bahwa tersangka yang ditetapkan Polres Bateng dalam kasus curat tersebut tidaklah bersalah. Kesaksian masyarakat itu, bahkan diaktanotariskan.

Kendati demikian, pada persidangan praperadilan final dengan agenda mendengarkan keputusan hakim, Senin siang (23/12/2024), ternyata hukum belum berpihak ke masyarakat. Dengan keputuskan, PN Koba menolak permohonan praperadilan yang diajukan pemohon.

Juru Bicara warga Batuberiga, Mahmudin alias Oden menegaskan, bahwa Leni dan kawan-kawan tidak bersalah, karena satu unit mesin laut merek Tohatsu 18 PK warna silver dan tangki minyak warna merah yang dijadikan barang bukti oleh Polres Bangka Tengah adalah milik Leni.

Baca Juga :  Pengemudi Mobil Pickup Gunakan TNKB Palsu, Nyaris Tabrak Polisi Saat Dihentikan

“Kami masyarakat mempertanyakan keadilan dalam penegakkan hukum di Kabupaten Bangka Tengah ini. Bahkan, hari ini PN Koba menolak kami sebagai pemohon untuk melakukan sidang praperadilan, sesuai keputusan hakim yang disampaikan tadi, jika penetapan ketiga tersangka oleh pihak kepolisian itu dinyatakan sah,” kata Oden.

Diungkapkan Oden, dalam dugaan kasus ini, masyarakat sudah satu kampung memberikan kesaksian bahwa ketiga tersangka itu tidak bersalah, karena sah-sah barang bukti berupa mesin Tohatsu silver 18 PK dan tengki minyak warna merah itu milik Leni. Naifnya, tidak sedikitpun menjadi perimbangan hukum oleh Hakim PN Koba, Devia Herdita.

“Hakim PN Koba, Devia Herdita, tidak sedikitpun memberikan keringanan atas saksi dan bukti yang telah pihak pemohon hadirkan, termasuk seluruh masyarakat sekampung yang telah 2x menggelar aksi dan memberikan kesaksian, itu dianggap angin lalu saja, tak bermanfaat, jelas-jelas putusan hakim itu tidak adil,” tegasnya.

Karena permohonan praperadilan ditolak PN Koba, diungkapkan Oden, selanjutnya warga Desa Batuberiga akan melakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku yaitu sidang pokok perkara, dilaksanakan kurang lebih 3 bulan kedepan.

Warga Bakal Gelar Aksi Sumpah Pocong

Oden menegaskan, sesuai dengan janji warga dalam aksi sebelumnya, warga akan tetap melakukan aksi pocong, sebagai bukti kesungguhan bahwa Leni, Dodi dan Dudung tidaklah bersalah dalam kasus yang disangkakan atas mereka itu.

Baca Juga :  Lapas Banyuasin Terima Kunjungan Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Sumsel

“Kami akan melakukan sumpah pocong, untuk waktunya akan kami musyawarahkan,” katanya.

Oden mewakili masyarakat merasa sedih dan kecewa atas keputusan hakim, yang dinilainya tidak adil.

Menurut Oden, aksi sumpah pocong itu bakal dilakukan, sebagai bentuk kekecewaan dan kesedihan masyarakat, terhadap birokrasi hukum di Bangka Tengah terhadap kasus ini yang dirasa tidaklah adil.

 

2 Kali Polres Bateng Menangkan Praperadilan

Pantauan awak media, pada Oktober 2024 sebelumnya, Polres Bangka Tengah sempat dipraperadilkan di PN Koba oleh pemohon yaitu tersangka dugaan kasus asusila yang terjadi di salah satu desa di Kecamatan Sungaiselan yang akhirnya dalam PN Koba menolak permohonan praperadilan tersebut, serta memenangkan pihak Polres Bangka Tengah.

Kini, Polres Bangka Tengah dipraperadilkan kedua kalinya dalam oleh pemohon dalam dugaan kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) di Dusun Tanjungberikat, Desa Batuberiga, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polres Bangka Tengah. Hingga, Senin siang (23/12/2024), PN Koba kembali memenangkan pihak termohon yaitu Polres Bangka Tengah dan menolak permohonan praperadilan pemohon. (Ril/RB)

Berita Terkait

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian
HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan
Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI
Jembatan Merah Putih Presisi Polres OKI di Pematang Buluran Diresmikan
Polres OKI Ungkap Kasus Penembakan di Mesuji dalam Waktu Kurang dari 12 Jam, Pelaku dan Senpi Rakitan Diamankan
Akhiri 39 Tahun Pengabdian, IPTU Reliyanto Dilepas Dengan Penuh Kehormatan oleh Polres OKI
Polres OKI Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kapolres Tekankan Nilai Persatuan dan Perdamaian
Polsek Pampangan Berhasil Amakan 2 Pelaku Curat

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:28 WIB

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:36 WIB

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:32 WIB

Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:44 WIB

Jembatan Merah Putih Presisi Polres OKI di Pematang Buluran Diresmikan

Senin, 1 Juni 2026 - 20:31 WIB

Polres OKI Ungkap Kasus Penembakan di Mesuji dalam Waktu Kurang dari 12 Jam, Pelaku dan Senpi Rakitan Diamankan

Berita Terbaru

Daerah

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:36 WIB