Keluarga Korban Curas Klotok Sawit Keluhkan Lambannya Kerja Polres OKI

- Redaksi

Selasa, 11 Februari 2025 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI, inewsnusantara. Com-Keluarga korban pencurian dengan kekerasan (curas) klotok sawit yang terjadi di desa Sungai Tepuk Kecamatan Sungai Menang Kab. OKI mengeluhkan lambannya proses penanganan kasus tersebut.

Padahal diakui kuasa hukumnya, Ivin, saat memberi keterangan kepada para awak media di Mapolres OKI, Selasa (11/02), kejadian tersebut sudah berlangsung lama hingga menginjak ke 29 hari terhitung sejak kejadian pada 12 Januari 2025 lalu.

Namun hingga kini polres OKI belum satu pun menangkap pelaku.

Ironisnya lagi, diakui Ivin, para pelaku justru bisa menggelar konfrensi pers.

Mirisnya lagi hal itu dilakukan dihadapan aparat penegak hukum dengan.

Baca Juga :  Palembang Raih Penghargaan Gold Award Berkat Inovasi "Mortality Data System" di Ajang IHIA 2025

“Ini kejadian satu-satunya di Republik Indonesia ini ada pelaku bisa konfrensi pers dihadapan penegak hukum, ada apa ini sebenarnya”, tegas Ivin.

Keluarga korban pun mengaku kecewa terhadap polres OKI yang tidak cepat tanggap akan suatu peristiwa yang terjadi apalagi memakan korban jiwa.

Dimana seharusnya dalam 3×24 jam mestinya para pelaku sudah ditangkap tapi nyatanya sampai sekarang para pelaku masih berkeliaran padahal sudah jelas dan bukti bahwa mereka adalah pelaku.

Sebelumnya keluarga korban juga sudah membuat laporan ke bareskrim polri atas meninggalnya korban M. Nawi akibat adanya percobaan pembunuhan pada saat curas klotok sawit di kebun milik korban.

Baca Juga :  Jelang Pameran Persit Bisa Ke-2, Persit Sriwijaya Siap Tampilkan UMKM Unggulan

Selanjutnya usai olah tkp juga kembali melaporkan kejadian curas tersebut di polres OKI yang kini masih diproses.

Keluarga korban pun telah menghadirkan saksi saat kejadian itu berlangsung agar polisi bisa menegakkan hukum dengan seadil-adilnya.

Keluarga korban diwakili Hj. Halinah juga berkomitmen tidak akan berhenti mencari keadilan hingga kematian berikut curas yang menimpa korban bisa terkuak sejelas-jelasnya.

Sementara itu, Kapolres OKI, AKBP Hendrawan, saat dikonfirmasi mengatakan, silahkan awasi proses lidik dan sidiknya sesuai laporan yang dibuat di Polres OKI.

“Silakan pelapor untuk update prosesnya melalui SP2HP yang diberikan oleh penyidik”, terangnya.

Berita Terkait

Bocah 10 Tahun Tenggelam di Sungai Komering Ditemukan Meninggal Dunia
Nelayan Tenggelam di Perairan Sungsang Ditemukan Meninggal Dunia
Pesta Musik Djarum Istimewa di Kayu Agung OKI Tuai Keluhan
Melalui Patroli Ke Desa Binaan, Babinsa Perkuat Silaturahmi Dengan Warga
Polres OKI bersama peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Pokjar XIV dalam Focus Group Discussion (FGD)
SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Terapkan Program Teman SMA
Cegah dan Tanggulangi Karhutla,Tim Satgas karhutla Mabes TNI laksanakan Penyuluhan di Kecamatan Betung
Kapolres OKI Sambut 11 Serdik Sespimen Polri, Karhutla Dibedah dari Pencegahan hingga Trauma Warga

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:01 WIB

Bocah 10 Tahun Tenggelam di Sungai Komering Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 14 September 2026 - 13:54 WIB

Nelayan Tenggelam di Perairan Sungsang Ditemukan Meninggal Dunia

Minggu, 13 September 2026 - 22:48 WIB

Pesta Musik Djarum Istimewa di Kayu Agung OKI Tuai Keluhan

Sabtu, 12 September 2026 - 09:50 WIB

Melalui Patroli Ke Desa Binaan, Babinsa Perkuat Silaturahmi Dengan Warga

Jumat, 11 September 2026 - 10:23 WIB

Polres OKI bersama peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Pokjar XIV dalam Focus Group Discussion (FGD)

Berita Terbaru

Daerah

Pesta Musik Djarum Istimewa di Kayu Agung OKI Tuai Keluhan

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:48 WIB