BANYUASIN, inewsnusantara.com,- Pemerintah Desa (Pemdes) Durian Daun, Kecamatan Suak Tapeh, menggelar kegiatan Rembuk Stunting sebagai bagian dari penyusunan rencana percepatan penurunan angka stunting untuk tahun anggaran 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Durian Daun, Selasa (23/9) dan dihadiri Kades Durian Daun Supri Suryadi, Sekcam Suak Tapeh Arwin Saleh SIP MSi didampingi Kasi PPD Enny Yoseta SKM MKes, Ketua BPD beserta anggota.
Pendamping Desa Febri Wansyah ST bersama Baharudin ST, PLD Durian Daun Sri Handayani, Babinsa 430-05/Betung Koptu Harisun, Unsur Perangkat Desa Durian Daun, Kader KPM, Kader PKK, Kader Posyandu, Kader PAUD, Bidan Desa, Karang Taruna, beserta undangan lainnya.
Kades Durian Daun Supri Suryadi,
menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanganan stunting. Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga masalah pengetahuan.
“Termasuk perilaku hidup sehat, dan keterjangkauan layanan kesehatan. Maka, kita butuh kerja bersama antara pemerintah desa, masyarakat, dan semua pemangku kepentingan,”ujar Kades Supri Suryadi.
Kegiatan rembuk stunting ini menjadi bukti komitmen Desa Durian Daun dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting menuju generasi sehat dan berkualitas.
Dalam forum rembuk ini, berbagai usulan disampaikan, mulai dari peningkatan akses air bersih, perbaikan sanitasi lingkungan, pemberdayaan Kader Posyandu, hingga program penyuluhan gizi untuk ibu hamil dan balita.
Kades Supri Suryadi dalam kesempatan itu menegaskan, semua usulan tersebut akan dirumuskan dan menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembangunan desa tahun 2026.
“Pemdes Durian Daun juga menargetkan penguatan intervensi sensitif dan spesifik yang berkelanjutan demi terwujudnya desa yang sehat dan bebas stunting,” kata dia
Rembuk stunting ini merupakan langkah penting dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di Desa Durian Daun. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penanganan stunting, serta mempercepat penurunan angka stunting di desa.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemdes Durian Daun telah melakukan berbagai upaya untuk menurunkan angka stunting. Salah satu upaya tersebut adalah dengan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dan gizi.
Namun, menurut Kades Supri Suryadi, upaya tersebut masih perlu ditingkatkan dan diperluas untuk mencapai target penurunan angka stunting yang telah ditetapkan.
Desa Durian Daun merupakan salah satu contoh desa yang telah melakukan upaya nyata dalam penanganan stunting. Dengan adanya kegiatan rembuk stunting ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam melakukan upaya percepatan penurunan angka stunting.
Sekcam Suak Tapeh Arwin Saleh, mengapresiasi Pemdes Durian Daun yang terus berupaya mencegah Stunting.
Ia berharap, dalam rembuk ini para peserta dapat menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka terkait penanganan stunting.
“Dengan demikian, Pemerintah Desa Durian Daun dapat memahami kebutuhan masyarakat dan menyusun rencana yang tepat untuk menangani stunting di desa,” ungkap Arwin Saleh.
Dengan adanya kegiatan rembuk stunting ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penanganan stunting, serta mempercepat penurunan angka stunting di Desa Durian Daun.
“Pemerintah Desa Durian Daun juga diharapkan dapat terus melakukan upaya nyata dalam penanganan stunting untuk mencapai target penurunan angka stunting yang telah ditetapkan,” pesannya.
Dalam beberapa hari ke depan, Pemdes Durian Daun akan menyusun rencana tindak lanjut dari kegiatan rembuk stunting ini. Rencana tersebut akan mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menurunkan angka stunting di desa.
“Kini Desa Durian Daun menunjukkan komitmennya dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting menuju generasi sehat dan berkualitas,” katanya.
Pemerintah Desa Durian Daun juga menargetkan penguatan intervensi sensitif dan spesifik yang berkelanjutan demi terwujudnya desa yang sehat dan bebas stunting. (Adm).













