OGAN ILIR, inewsnusantara.com– PT Hutama Karya (Persero) telah merampungkan serangkaian Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).
Junction Palembang yang merupakan penghubung ruas Kayuagung-Palembang-Betung (Kapalbetung) dan Palembang-Indralaya-Prabumulih (Palinpra) juga telah tuntas ULFO.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim mengatakan, proses ULFO telah dilakukan sejak 28 November 2024 hingga 24 Januari 2025.
Dalam hal ini Hutama Karya melibatkan sejumlah instansi yang terdiri dari unsur Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Korlantas Polri.
Hasilnya, Junction Palembang dinilai layak beroperasi dan meraih bintang 5.
“Hal ini berdasarkan penilaian atas kelengkapan atribut infrastruktur jalan tol yang dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko kecelakaan, serta berdasarkan tingkat keamanan jalan,” kata Adjib melalui rilis yang diterima wartawan, Kamis (20/2/2025).
Dilanjutkannya, tak hanya dianggap layak beroperasi, Junction Palembang juga telah memenuhi standar internasional dalam aspek keselamatan dan efisiensi lalu lintas.
“Jalan tol ini dirancang untuk meminimalisir risiko dari berbagai tipe kecelakaan utama, sehingga disebut safer road atau lebih berkeselamatan,” terang Adjib.
Lebih lanjut Adjib menyampaikan bahwa progres pembangunan Junction Palembang telah mencapai 95,97 persen.
Tinggal menyisakan dua dari total enam ramp yang masih dalam tahap penyelesaian minor, yaitu ramp 1 dan ramp 7b.
Junction Palembang ditargetkan dapat dibuka operasional maupun fungsional sebagai bagian dari persiapan mudik Lebaran 2025.
“Untuk ruas tol di Junction Palembang, rencananya kami akan memfungsikan ramp 2 (dari Kayuagung menuju Indralaya) dan ramp 3 (dari Indralaya menuju Kayuagung) karena memang telah berhasil melewati ULFO,” jelas Adjib.













