OGAN ILIR,Inewsnusantara.com – Warga Tanjung Batu di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menyayangkan kerusakan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Kerusakan tersebut baik ruas jalan kabupaten maupun jalan provinsi.
Seperti di jalan kabupaten ruas Tanjung Batu-Burai yang berubah menjadi seperti kubangan saat musim hujan tiba.
Hal ini karena terdapat kerusakan jalan dengan lubang-lubang menganga.
Kerusakan jalan terutama terjadi antara Kelurahan Tanjung Batu hingga ke dekat perkebunan tebu.
Di ruas sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut terdapat banyak lubang.
Menurut warga, jalan rusak diduga akibat sering dilalui truk muatan tonase tinggi.
“Banyak truk muatan lewat jalan ini. Setiap hari seperti itu, jadinya jalan hancur,” kata seorang warga bernama Saidi kepada wartawan, Sabtu (15/2/2025).
Saidi merupakan petani karet yang setiap hari mengakses jalan ruas Tanjung Batu-Burai.
Menurutnya, faktor lain dari kerusakan jalan tersebut karena tak ada saluran air di sepanjang ruas jalan tersebut.
“Sehingga saat musim hujan, air menggenangi permukaan jalan yang lebih rendah,” ujar Saidi.
Dilanjutkannya, ruas jalan yang juga jalur alternatif antarkecamatan itu terakhir kali diperbaiki pada September 2022 lalu.
Setelah dua tahun diperbaiki, mulai terdapat kerusakan signifikan yang membuat pengendara tak nyaman.
“Kalau musim hujan seperti sekarang ini, kondisi jalan parah sekali seperti kubangan. Mudah-mudahan kondisi jalan ini diketahui pejabat,” ucap Saidi.
Kemudian jalan provinsi ruas Meranjat-Tanjung Batu juga mengalami hal serupa.
Sepanjang kurang lebih 17 kilometer jalan tersebut terdapat 8 titik kerusakan.
Pantauan di lapangan, titik kerusakan jalan ada di Desa Meranjat 1, Simpang Tapa, dekat Simpang Tanjung Laut, dekat Simpang Tanjung Pinang hingga Kelurahan Tanjung Batu.
Saat musim hujan, lubang menganga di jalan tersebut tergenang air.
“Kadang itu jalan mirip kubangan. Terus juga licin dan membahayakan orang,” tutur seorang warga bernama Tajudin.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda jalan akan diperbaiki.
Padahal ruas jalan provinsi tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga.
“Terakhir peningkatan jalan tahun 2011. Pernah juga diperbaiki tambal sulam, tapi sudah lama sekali,” ungkap Tajudin.
“Kami harap ada kesadaran pemerintah untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak,” ucapnya.
Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir berjanji akan menindaklanjuti laporan warga terkait infrastruktur jalan yang rusak.
Namun untuk jalan ruas Meranjat-Tanjung Batu, tanggung jawab perbaikannya ada di tangan Pemprov Sumatera Selatan.
“Itu (jalan ruas Meranjat-Tanjung Batu) jalan provinsi,” kata Kepala Dinas PUPR Ogan Ilir, H. Ruslan dihubungi terpisah.(Mat)













