Dari Honorer Bergaji Rp 70 Ribu per Bulan, AYUK 799 Kini Konsisten Bangun Bisnis Kuliner di Ogan Ilir

- Redaksi

Senin, 17 Februari 2025 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR, inewsnusantara.com- Berawal dari hobi mengolah makanan rumahan, membawa Desy Yusrifah menggeluti bisnis kuliner khususnya yang berasal dari Sumatera Selatan.

Wanita asal Desa Talang Balai Baru II, Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir ini mengungkapkan dinamika mendirikan usaha kuliner yang dirintis sejak 2015 lalu.

Desy pun menceritakan sekelumit perjalanan mendirikan AYUK 799, usaha kuliner kue dan pempek.

Dua tahun setelah memulai usaha tepatnya pada 2017 lalu, Desy berupaya agar AYUK 799 mendapat legalitas usaha.

Diantaranya sertifikat Program Ketahanan Pangan (PKP), izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikat halal.

“Pada 2022, kami mendapat pengakuan HKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk usaha pempek dan keripik. Kemudian Desember 2024 kemarin, HKI untuk kue kami dapatkan,” kata Desy ditemui di kediamannya, Senin (17/2/2025).

Hingga kini, usaha AYUK 799 telah diakui di regional Ogan Ilir dan Sumatera Selatan, bahkan hingga luar daerah provinsi.

Guna memperluas pangsa pasar, Desy memasarkan produk makanannya lewat market place.

Baca Juga :  Delapan Tahun PT KPI, Kilang Pertamina Plaju Tebar Kebaikan di Delapan Panti Asuhan di Sekitar Perusahaan

Diantaranya pempek berbagai varian yakni pempek adaan, lenjer, kulit, kerupuk seharga Rp 3 ribu per piece.

Kemudian varian pempek lainnya yakni kapal selam Rp 13 ribu, lenjer besar Rp 15 ribu dan juga menjual cuko Rp 15 ribu per 200 ml.

“Dalam seminggu bisa habis 3 kilogram ikan gabus. Kalau pempek kulit pakai ikan sungai dari Meranjat,” ujar Desy.

Wanita 46 tahun ini juga menerima pesanan kue kering seperti nastar, lidah kucing, skippy, putri salju seharga Rp 160 ribu per kilogram.

Sementara untuk kue basah harganya lebih bervariatif, seperti lapis nanas Rp 160 ribu per loyang.

Kemudian maksuba, lapis legit, lapis engkak, yang semuanya Rp 250 ribu per loyang.

“Ada lagi engkak durian Rp 3 ribu per piece,” terang Desy.

Dalam pemasaran makanan, Desy juga memanfaatkan media sosial sehingga menjangkau konsumen tak hanya di Ogan Ilir, namun juga hingga ke luar Sumatera.

Baca Juga :  Pria Ditemukan Meninggal di Warung Makan Sederhana

Seperti daerah Cikarang di Jawa Barat, Batam di Kepulauan Riau hingga dibawa jamaah umroh ke Tanah Suci Mekkah.

Berkat ketekunan dan keuletan dalam berbisnis, usaha AYUK 799 kini tetap konsisten selama 10 tahun.

“Jadi untuk kepuasan konsumen, kami mempertahankan usaha ini dengan menjaga kualitas, pelayanan,” ungkap Desy.

Pencapaian usaha saat ini sangat disyukuri oleh Desy mengingat sebelummnya dia merupakan guru honorer di sebuah sekolah di Kecamatan Rantau Panjang, masih wilayah Ogan Ilir.

Dengan gaji tak sampai Rp 200 ribu yang dibayarkan setiap tiga bulan atau rata-rata Rp 70 ribu per bulan, Desy pernah merasakan perjuangan berat mengabdi selama dua tahun.

Setelah berhenti mengajar, keluarga mendorong Desy untuk mendirikan usaha kuliner yang bertahan hingga sekarang.

“Dulu pernah jadi honorer dengan gaji segitu. Sekarang benar-benar konsentrasi di usaha kuliner dan tekadnya ingin mendirikan usaha lebih besar dengan melibatkan SDM yang mumpuni,” ucap Desy.

Berita Terkait

Kejari OKI Hadirkan Layanan Jaksa Menyapa
Dugaan Skandal Kapal Tongkang Rp30 Miliar, Ketum PPWI Laporkan Kapolda Sumsel dan Tiga Pejabat ke Propam Polri
Polres OKI Ungkap Kasus Kematian PNS di Kayuagung, Seorang Pelaku Diamankan
Bupati Banyuasin Apresiasi Tim Karhutla Mabes TNI Atas Gencarnya Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Berbagai Wilayah
Perkuat Upaya Pencegahan Karhutla, Tim Karhutla Mabes TNI Gelar Penyuluhan di Desa Sungai Rengit
ASN dan PPK Tak Bolah Rangkap Jabatan Sebagai Anggota BPD, Ini Penjelasan Camat Suak Tapeh
Rutin Ke Desa Binaan, Babinsa Tampung Aspirasi Masyarakat
Disdik OKI Segera Tindaklanjut Persoalan SDN 1 Kijang Ulu

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 22:45 WIB

Kejari OKI Hadirkan Layanan Jaksa Menyapa

Senin, 21 September 2026 - 23:29 WIB

Dugaan Skandal Kapal Tongkang Rp30 Miliar, Ketum PPWI Laporkan Kapolda Sumsel dan Tiga Pejabat ke Propam Polri

Senin, 21 September 2026 - 16:01 WIB

Polres OKI Ungkap Kasus Kematian PNS di Kayuagung, Seorang Pelaku Diamankan

Sabtu, 19 September 2026 - 10:55 WIB

Bupati Banyuasin Apresiasi Tim Karhutla Mabes TNI Atas Gencarnya Penyuluhan Pencegahan Karhutla di Berbagai Wilayah

Kamis, 17 September 2026 - 14:50 WIB

ASN dan PPK Tak Bolah Rangkap Jabatan Sebagai Anggota BPD, Ini Penjelasan Camat Suak Tapeh

Berita Terbaru

Daerah

Kejari OKI Hadirkan Layanan Jaksa Menyapa

Selasa, 22 Sep 2026 - 22:45 WIB