OKI,inewsnusantara.com-Dana BOS SDN 3 Kayuagung Kabupaten OKI, Sumatera Selatan Diduga syarat penyimpangan.
Pasalnya kondisi sekolah tersebut secara kasat mata jauh dari kata perawatan. Tampak cat sekolah sudah mengelupas dan warnanya sudah kusam.
Padahal pada tahun 2024 yang lalu diketahui jika sekolah tersebut menerima dana BOS sebesar Rp 290 juta.
Dana itu dicairkan dalam dua tahap yakni pada 17 Januari 2024 sebesar Rp. 57 juta dan pada 12 Agustus 2024 sebesar Rp 63 juta, dengan siswa sebanyak 322 orang.
Jika diakumulasikan Dana yang dikucurkan itu diperuntukan pada pemeliharaan sarana dan prasarana di kedua tahap itu senilai Rp 120 juta.
Ironis realisasi di lapangan justru menuai tanda tanya besar karena fakta di lapangan tidak menunjukan adanya realisasi yang sesuai dengan pagu anggaran.
Sehingga pengunaan dana BOS di SDN 3 Kayuagung patut dicurigai adanya indikasi penyimpangan sekaligus dugaan korupsi untuk meraup keuntungan pribadi.
Bahkan diakui warga sekitar yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan, jika kondisi sekolah sejak dipimpin oleh Oknum Kepala Sekolah, Maimunah tampak tidak terawat.
Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Begitu juga halnya dugaan penyelewengan dana BOS pada item lainnya seperti ATK dan sebagainya juga menjadi pertanyaan.
Apalagi mengingat oknum Kepala Sekolah, Maimunah, yang saat ini menjabat sudah lebih dari 2 tahun bertindak sebagai Kepala Sekolah. Belum lagi ditambah realisasi dana BOS ditahun 2025 ini.
Namun miris, realisasi dana BOS yang nilainya cukup besar itu tidak tampak wujudnya. Kemana dana BOS itu larinya? Mungkinkah telah menjadi ajang manfaat bagi oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mengambil keuntungan pribadi tanpa memikirkan dampak mutu dan kualitas dunia pendidikan.
Masyarakat pun meminta kepada semua pihak termasuk aparat penegak hukum untuk turun langsung mengecek dan menindaklanjuti realisasi dana BOS SDN 3 Kayuagung agar menimbulkan efek jera demi meningkatnya mutu pendidikan yang ada.
Sementara itu, Kepala SDN 3 Kayuagung, Maimunah, saat dikonfirmasi via Whatsapp, Jum’at (31/10) mengatakan, jika hal tersebut sama sekali tidak benar.
Bahkan Maimunah sempat mengancam media ini akan melaporkan dan menuntut jika pemberitaan yang dipublish tidak sesuai fakta.













