BPS Catat Inflasi 4,37 Persen Secara Tahunan, Pemkot Palembang Perkuat Strategi 4K

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG,INC,-Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, inflasi bulan ke bulan (month-to-month/mtm) tercatat sebesar 0,58 persen, lebih tinggi dibandingkan Januari 2026.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi mencapai 4,37 persen, sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 0,63 persen.

Kenaikan ini didorong terutama oleh lonjakan harga emas perhiasan serta sejumlah komoditas pangan strategis, di tengah meningkatnya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Bulan Ramadan, serta tekanan pasokan akibat cuaca ekstrem.

Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno, menjelaskan bahwa komoditas dengan andil terbesar terhadap inflasi Februari adalah emas perhiasan, yang memberikan kontribusi 0,240 persen terhadap inflasi mtm.

Baca Juga :  Jampidsus Kejagung Sita 42 Ribu Ton Kandungan Mineral di Bangka Tengah

“Harga emas perhiasan naik signifikan mengikuti tren penguatan harga emas global. Ini menjadi penyumbang inflasi terbesar bulan ini,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Selain emas, beberapa komoditas pangan yang memberikan andil terhadap inflasi mtm antara lain:

Cabai merah: 0,084 persen

Daging ayam ras: 0,035 persen

Telur ayam ras: 0,028 persen

Tomat: 0,016 persen

Ikan dencis: 0,015 persen

Cabai merah: 0,084 persen

Daging ayam ras: 0,035 persen

Telur ayam ras: 0,028 persen

Tomat: 0,016 persen

Ikan dencis: 0,015 persen

Tekanan harga pada komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat dipengaruhi oleh penurunan produksi akibat cuaca ekstrem yang berdampak pada terganggunya distribusi dan pasokan di pasar tradisional.

Baca Juga :  Bupati Muba Ikuti Retret di Akademi Militer Magelang

Di sisi permintaan, peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Ramadan turut memperkuat tekanan harga, terutama pada komoditas protein hewani dan bahan pokok harian.

Dari total 393 komoditas yang dipantau BPS di Palembang, tercatat 89 komoditas mengalami kenaikan harga, 29 komoditas mengalami penurunan, dan 275 komoditas relatif stabil.

Data ini menunjukkan bahwa inflasi Februari bersifat selektif dan terkonsentrasi pada komoditas tertentu, bukan inflasi menyeluruh di semua kelompok barang dan jasa.

Berita Terkait

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian
HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan
Danrem 044/Gapo: Prajurit Hebat Berawal Dari Keluarga Yang Kuat
Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI
Sembari Patroli Poskamling, Koptu Bambang Irawan Himbau Warga Waspada Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan
Jembatan Merah Putih Presisi Polres OKI di Pematang Buluran Diresmikan
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polsek Tulung Selapan Hidupkan Kembali Sumur Bor Terbengkalai di Ujung Tanjung
Polres OKI Ungkap Kasus Penembakan di Mesuji dalam Waktu Kurang dari 12 Jam, Pelaku dan Senpi Rakitan Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:28 WIB

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:36 WIB

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:49 WIB

Danrem 044/Gapo: Prajurit Hebat Berawal Dari Keluarga Yang Kuat

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:32 WIB

Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:04 WIB

Sembari Patroli Poskamling, Koptu Bambang Irawan Himbau Warga Waspada Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan

Berita Terbaru

Daerah

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:36 WIB