OKI,inewsnusantara.com-Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi dunia pendidikan akan sangat bermanfaat jika diperuntukan dengan baik.
Karena dengan pengelolaan dana BOS yang baik, tepat dan efisien merupakan salah satu faktor pendukung dalam peningkatan mutu dan kualitas dunia pendidikan di suatu sekolah.
Namun sayang, realisasi dana BOS tersebut kerap menjadi ajang bisnis dan ajang manfaat bagi oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan di dalamnya.

Sehingga mutu dunia pendidikan yang ada di sekolahnya menjadi bobrok bahkan hancur akibatnya.
Mirisnya lagi, aksi itu terkadang sengaja dilakukan tanpa memikirkan dampaknya.
Sepertinya yang terjadi di SDN 14 Kayu Agung, Kab. OKI, Sumatera Selatan.
Menurut sumber yang bisa dipercaya, realisasi dana B0S di sekolah tersebut perlu diaudit dan sangat dipertanyakan.
Karena secara kasat mata saja ujarnya, kondisi gedung sekolah SDN 14 Kayu Agung saat ini jauh dari kata baik.

Data yang dihimpun, tahap 1 tahun 2024 lalu sekolah ini menerima Rp 289.350.000,- juta lalu pada tahap 2 menerima sebesar Rp 285.788.186 juta.
Sedangkan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah yang nyaris mencapai 100 juta.
Hal itulah yang menyita sorotan publik sementara warna cat gedung yang pudar, mobiler banyak yang rusak, buku-buku mata pelajaran yang dipinjamkan kepada murid hanya buku keluaran lama tanpa ada yang baru.
Lantai sekolah juga banyak yang pecah, serta ATK sekolah yang serba minim.
Kondisi itu diakui sumber sejak kepemimpinan Kepala Sekolah, Kartini, hingga saat ini dirinya menjabat.
“Bukankah dana BOS itu bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah seperti pemeliharaan gedung, rehab ringan, pembelian buku, serta ATK dan sebagainya tapi mengapa sekolah tersebut justru kondisinya bisa dibilang tidak sesuai la mengingat jumlah muridnya sangat banyak, diperkirakan mencapai lebih kurang 700 murid”, ujar sumber.
Coba bayangkan, lanjut sumber, kemana dana BOS yang dikucurkan ke sekolah itu jika bukan dikorupsi oleh oknum Kepala Sekolah untuk memperkaya diri sendiri.
“Sejak menjabat Kepala Sekolah hingga saat ini sudah berapa banyak keuangan Negara dari dana BOS yang diselewengkan, sampai kapan hal ini dibiarkan terus berlarut tanpa efek jera”, ungkap sumber serius.
Untuk itu, diminta kepada dinas terkait dana APH untuk menindaklanjuti persoalan yang terjadi jangan sampai terus berlarut hingga dunia pendidikan semakin jelek.
Sementara itu, Ka SDN 14 Kayu Agung, Kartini, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dikonfirmasi.













