Festival Ekraf Pangkalpinang: Investasi Budaya dan Masa Depan Ekonomi Daerah

- Redaksi

Selasa, 3 Juni 2025 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Zahratul Jannah – Mahasiswa Universitas Bangka Belitung

Pangkalpinang,inewsnusantara.com,-Pembukaan Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) perdana di Kota Pangkalpinang pada 9 Mei 2025 lalu menandai babak baru dalam pembangunan ekonomi daerah yang berbasis inovasi dan budaya. Diselenggarakan di jantung kota, Alun-alun Taman Merdeka, acara ini tak sekadar ajang pameran kreativitas, tetapi juga langkah strategis menuju penguatan identitas kota dan diversifikasi ekonomi.

Seperti yang disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Juhaini, Kota Pangkalpinang telah ditetapkan sebagai kota kreatif dengan kuliner—terutama otak-otak khas Pangkalpinang—sebagai subsektor unggulan. Ini bukan pencapaian biasa. Pengakuan sebagai kota kreatif menunjukkan bahwa Pangkalpinang memiliki modal budaya dan sosial yang cukup kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan baru di luar sektor konvensional.

Mengapa Festival Ini Penting?

Kehadiran Festival Ekraf ini penting setidaknya dalam tiga aspek:

Pertama, festival ini memberi ruang bagi 17 subsektor ekonomi kreatif untuk tampil dan berkembang. Dari kuliner, kriya, fesyen, hingga pengembangan aplikasi dan game, semuanya membuka peluang baru bagi masyarakat—terutama generasi muda—untuk masuk dalam dunia ekonomi berbasis ide dan inovasi.

Baca Juga :  Wujud Transparansi, Pemdes Air Senggeris Pasang Baliho APBDes Tahun 2025

Kedua, ekonomi kreatif menawarkan pendekatan pembangunan yang berkelanjutan. Dibandingkan dengan industri ekstraktif atau berbasis sumber daya alam yang terbatas, ekonomi kreatif mengandalkan kekayaan budaya dan kreativitas manusia—sumber daya yang bisa terus diperbarui dan dikembangkan.

Ketiga, festival ini punya kekuatan membangun citra positif kota. Kota yang memposisikan diri sebagai pusat kreativitas dan kolaborasi akan lebih menarik bagi investor, wisatawan, dan penduduk baru. Identitas sebagai kota kreatif adalah aset branding yang kuat dalam era ekonomi global.

Tantangan: Jangan Hanya Seremonial

Namun tentu saja, tantangan ke depan tidak kecil. Festival jangan berhenti menjadi acara seremonial tahunan. Pemerintah kota perlu mengubah semangat festival menjadi kebijakan yang konsisten dan berdampak. Beberapa langkah konkret yang bisa dilakukan antara lain:
• Membentuk pusat inkubasi ekonomi kreatif,
• Meningkatkan akses permodalan dan pelatihan kewirausahaan,
• Menyediakan ruang publik dan digital yang mendukung kolaborasi antar pelaku industri kreatif,
• Mendorong kemitraan antara pelaku UMKM, kampus, komunitas, dan sektor swasta.

Baca Juga :  Wakapolresta Pangkalpinang: Penanaman Jagung Pipil Jadi Langkah Strategis Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Tanpa langkah-langkah ini, ekraf bisa kehilangan momentumnya, dan festival hanya menjadi simbol tanpa isi.

Penutup

Festival Ekraf Pangkalpinang 2025 adalah awal yang menjanjikan. Kota ini memiliki potensi besar untuk menjadi episentrum ekonomi kreatif di Sumatera dan bahkan nasional, asalkan ada keberlanjutan visi, kebijakan yang proaktif, dan kemauan untuk membangun ekosistem kreatif yang kuat.

Ekonomi masa depan bukan lagi soal siapa punya tambang paling banyak, melainkan siapa yang paling kreatif dan mampu membangun nilai tambah dari identitas lokalnya. Dan Pangkalpinang sedang menuju ke sana.

Berita Terkait

Kapolres Bateng Sambangi Jamaah Masjid Al Anshor, Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga
Maggot Wangka BECAK Babel Tembus PFmuda Pertamina Foundation, Terpilih dari 3.485 Pengusul Nasional
Kepala SMKN 1 Kelapa dan Ustaz Zuhri Bersinergi, Revitalisasi Tiga Gedung Dukung Kompetensi Siswa
Sinergi Emas Ustadz Zuhri dan Kacabdin Wilayah IV, Hadirkan Bantuan Revitalisasi Tiga Gedung SMKN 1 Kelapa
Ustad Zuhri Apresiasi Revitalisasi SMKN 1 Kelapa, Dorong Pemerataan Pendidikan di Babel
Tutup Pelatihan TMT di SMKN 1 Kelapa, Ustad Zuhri Dorong Budidaya Kopi Jadi Peluang Ekonomi Baru Babel
KPU Bangka Tengah Rumuskan Standar Layanan PPID, Supendi: Excellent Service Bukan Sekadar Lip Service
Gebyar Pajak Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Siapkan 4 Motor untuk Wajib Pajak

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Kapolres Bateng Sambangi Jamaah Masjid Al Anshor, Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Maggot Wangka BECAK Babel Tembus PFmuda Pertamina Foundation, Terpilih dari 3.485 Pengusul Nasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Kepala SMKN 1 Kelapa dan Ustaz Zuhri Bersinergi, Revitalisasi Tiga Gedung Dukung Kompetensi Siswa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:01 WIB

Ustad Zuhri Apresiasi Revitalisasi SMKN 1 Kelapa, Dorong Pemerataan Pendidikan di Babel

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Tutup Pelatihan TMT di SMKN 1 Kelapa, Ustad Zuhri Dorong Budidaya Kopi Jadi Peluang Ekonomi Baru Babel

Berita Terbaru