Bangka Belitung, INC. — Di tengah dominasi sektor pertambangan yang selama ini menjadi penopang ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, muncul pandangan baru yang mulai digaungkan untuk masa depan daerah. Sektor pariwisata dan kebudayaan dinilai harus mulai mendapat perhatian lebih serius sebagai kekuatan ekonomi jangka panjang.
Hal itu disampaikan Elvi Diana saat berbicara mengenai arah pembangunan dan potensi besar yang dimiliki Bangka Belitung.
Menurutnya, Bangka Belitung tidak boleh terus bergantung sepenuhnya pada sektor tambang. Sebab, sumber daya alam tersebut suatu saat akan habis, sementara pariwisata dan kebudayaan dapat terus hidup apabila dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
“Kalau saya berpikir jauh ke depan, kita tidak boleh terlalu optimis tapi juga jangan pesimis. Saat ini Babel memang lebih dikenal dengan tambang, tapi tambang ada habisnya. Bisa saja 30 sampai 40 tahun lagi berkurang. Sementara pariwisata dan kebudayaan tidak akan pernah habis,” ujarnya.
Ia menilai selama ini, pariwisata di Bangka Belitung masih dianggap sebagai “anak bungsu” karena kalah menonjol dibanding sektor pertambangan, perkebunan, maupun perikanan. Padahal, daerah ini memiliki potensi wisata luar biasa yang mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia.
Elvi Diana mencontohkan daerah seperti, Yogyakarta yang mampu bertahan dan berkembang tanpa bergantung pada tambang. Menurutnya, kekuatan budaya dan wisata justru menjadi identitas yang mampu menghidupkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Provinsi lain seperti Jogja tidak punya tambang, tapi mereka kuat di budaya dan pariwisata. Babel juga bisa seperti itu kalau dikelola dengan serius,” katanya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tidak anti terhadap sektor pertambangan. Baginya, pertambangan tetap penting bagi Bangka Belitung, namun harus berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan, budaya, dan sektor wisata.
“Bukan berarti saya tidak suka tambang. Pertambangan juga ada budaya dan etika. Keindahan laut yang mengandung tambang itu harus tetap dijaga. Saya ingin pariwisata kita ke depan juga menjadi tulang punggung ekonomi Provinsi Bangka Belitung,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pihak mulai membuka mata terhadap potensi wisata daerah, termasuk di Bangka Barat yang memiliki pantai, budaya lokal, hingga potensi wisata sejarah yang dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dengan pengelolaan yang tepat, pariwisata diyakini tidak hanya menjadi sektor pelengkap, tetapi mampu menjadi harapan baru bagi masa depan ekonomi Bangka Belitung.












