Bangka Belitung, INC,. — Kondisi ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dinilai masih belum stabil dan berada dalam tekanan defisit menjadi perhatian serius DPRD Babel. Melalui Panitia Khusus (Pansus) yang baru dibentuk, para anggota dewan mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat sumber pendapatan daerah dan mendorong kebangkitan ekonomi daerah.
Wakil Ketua Pansus, Elvi Diana mengatakan, rapat perdana yang digelar pada Kamis pagi dipimpin langsung oleh Ketua Pansus, Rina Tarol, dengan agenda utama menyusun Rencana Acuan Kerja (RAK) yang akan menjadi pedoman dalam menjalankan tugas pansus ke depan.
“Elvi Diana menyampaikan, pansus ini menjadi sangat penting karena melihat kondisi ekonomi Bangka Belitung yang saat ini masih belum baik-baik saja atau masih mengalami defisit. Karena itu, diperlukan langkah nyata dan terukur agar daerah mampu meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, seluruh anggota pansus yang hadir sepakat untuk segera memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pada Selasa, 26 Mei 2026 mendatang. Pemanggilan itu dilakukan guna menggali potensi pendapatan daerah dari berbagai sektor strategis.
Adapun OPD yang akan dipanggil di antaranya Dinas Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertambangan dan Energi Sumber Daya Mineral, hingga sektor pariwisata yang dinilai masih belum maksimal dikembangkan di Bangka Belitung.
Menurut Elvi Diana, selama ini sektor pariwisata masih dianggap sebagai “anak bungsu” karena perhatian daerah lebih banyak tertuju pada sektor pertambangan, perkebunan, dan perikanan. Padahal, sektor wisata juga memiliki peluang besar untuk menopang perekonomian daerah apabila dikelola secara serius.
Selain itu, Pansus juga akan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum (PU), khususnya terkait penataan kabel optik yang berada di atas maupun di dalam permukaan tanah. Hal itu dinilai berpotensi menjadi sumber pendapatan dari sektor pajak dan retribusi daerah.
“Nanti hari Selasa kami akan memanggil OPD-OPD terkait. Tentunya yang pertama dan terdepan adalah Bakeuda dalam hal keuangan daerah, kemudian Bappeda dan biro hukum,” kata Elvi Diana.
Ia menambahkan, apa yang disampaikan Ketua Pansus Rina Tarol dalam rapat tersebut mendapat dukungan penuh dari seluruh anggota pansus yang hadir. Mereka berharap seluruh pihak, termasuk anggota dewan lintas komisi, dapat bersama-sama mendukung langkah penyelamatan ekonomi daerah.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak, terutama teman-teman anggota dewan yang ada di pansus ini, juga komisi terkait seperti Komisi II dan Komisi III. Sudah seharusnya kita membuka mata dan melangkah lebih maju,” tegasnya.
Elvi Diana juga menyoroti, pentingnya sektor pajak sebagai fondasi utama pembangunan dan keberlangsungan ekonomi daerah maupun nasional. Meski sering dianggap memberatkan, menurutnya pajak tetap menjadi tulang punggung perekonomian bangsa.
“Pajak memang sering dianggap tidak menyenangkan, tetapi pajak adalah tulang punggung ekonomi bangsa. Pajak menjadi salah satu garda terdepan untuk mendapatkan pemasukan PAD, bahkan menopang APBN kita secara keseluruhan,” pungkasnya.













