WIUP PT Timah Kawasan Merbuk, Kenari, Pungguk Kembali Dijarah

- Redaksi

Selasa, 28 Januari 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGKA TENGAH, inewsnusantara.com- Kawasan WIUP PT Timah di belakang pasar modern Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), tepatnya di kolong Merbuk, Kenari dan Pungguk, sepekan belakangan ini kembali dijarah penambang timah ilegal.

Selasa siang (28/01/2025) terpantau, puluhan ponton tambang ilegal mengitari wilayah tersebut untuk menjarah timah disana dengan brutal.

Padahal, beberapa waktu lalu sudah dilakukan tim gabungan Polres Bateng, bersama dengan semua unsur untuk membersihkan wilayah tersebut dari aktivitas tambang ilegal.

Tak jarang juga adanya konflik yang terjadi karena banyaknya kelompok yang bermain di wilayah terlarang tersebut. Bahkan, terlihat adanya cekcok mulut antara penambang dan pembeli timah yang berhasil dilerai koordinator yang berada disana.

Bahkan, salah satu penambang mengaku dapat bekingan dari oknum aparat untuk menjarah timah secara ilegal di wilayah IUP PT. Timah tersebut.

“Kami cuma mau begawe (bekerja) bang. Kami sudah koordinasi dengan aparat dan lainnya, ” jelas salah satu penambang yang tak diketahui identitasnya itu.

Ia juga mengungkapkan, jika ada beberapa wilayah yang sudah mulai tak ada hasil untuk ditambang (gak ada timah) dan mulai menepi kearah pungguk yang diawasi beberapa kelompok.

Baca Juga :  Respon Kritik DPRD Ogan Ilir Terkait Pemberantasan Narkoba di Tanjung Batu, Polisi Siap Tindaklanjuti

“Kalau yang ngasil ini yang bang i (inisial). Jadi orang mulai rapat kesini. Cuma ya itu baginya 10 : 2 atau 10 kilo timah 2 kilo setor. Terus juga timahnya ada yang ngambil, ” ujarnya.

“Intinya, kami cuma mau kerja nyari yang untuk puasa dan lebaran bang,” tutupnya.

Sementara itu, Deswi mengungkapkan, jika sepekan belakangan ini suara gemuruh mesin tambang dari kawasan Kenari sampai terdengar hingga Simpangperlang.

“Pagi hari pun bisingnya suara mesin tambang Kenari dan sekitarnya itu terdengar hingga ke Simpangperlang,” katanya.

Kendati melanggar hukum, tapi penambang santai-santai saja seakan-akan aktivitas tambang ilegal itu terkesan direstui, buktinya hingga kini APH diam saja, tak bereaksi.

“Kalau dibilang aktivitas tambang ilegal berdampak ekonomi bagi masyarakat banyak, ntah juga ya. Kalau dampak kesenjangan sosial sudah pasti,” katanya.

Ia berharap, agar APH dan PT Timah jangan diam saja, jangan selalu masyarakat dijadikan alasan untuk membungkus kegiatan ilegal di kawasan Merbuk, Kenari dan Pungguk itu.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Rantau Bayur Aktif Sosialisasikan Program P2B di Desa Tebing Abang

“Timahnya lari kemana gak jelas, tidak berimbas juga bagi PAD Bateng, tapi lagi-lagi demi memperkaya diri segelintir orang, tega-teganya mengatasnamakan masyarakat banyak, itu namanya serakah,” ungkapnya.

Jika mengulas banjir besar pada awal Februari 2016 lalu, diakibatkan tanggul kolong Jongkong 12 Nibung itu, merendam sebagian di Kecamatan Koba, melumpuhkan perekonomian, merusak infrastruktur, bahkan gedung pasar modern Koba sempat tenggelam separuh.

“Apakah itu murni bencana alam, tentunya tidak. Itu karena kelalaian segelintir manusia serakah mengatasnamakan masyarakat banyak. Nah, dam kolong Kenari dan sekitarnya saat ini apakah tidak bakal berpotensi jebol? Tinggal menunggu waktu saja, karena retakan-retakan sudah banyak disana. Apakah nanti akan dikategorikan bencana alam pula, atau mulai saat ini tangkap dan proses bos-bos tambang ilegal di situ, bukan pekerja tambah yang ecek-eceknya, apakah APH berani?,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Bateng terkait kembalinya maraknya aktivitas tambang ilegal wilayah Merbuk-Kenari-Pungguk. (Riski)

Berita Terkait

Masyarakat Desa Baturaja EPD Keluhkan Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran
Kurang Dari 24 Jam, Polres OKI Tangkap Pelaku Penganiayaan Maut di Air Sugihan
Bio Solar Langka, SPBU Palem Raya Diduga Sarang Mafia BBM Subsidi
PWI Bateng Perkuat Kemitraan dengan Kapolres Baru, AKBP Samuel Siap Lanjutkan Program Positif
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto Kunjungi Kajari OKI, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto Silahturahmi ke Kodim 0402/OKI, Perkuat Sinergitas TNI-Polri
Bangunan SMPN 6 Cengal OKI Ludes Terbakar
Pabrik Gula Cinta Manis Mulai Buka Giling, Kebun Tebu Pun Mulai Terbakar

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:24 WIB

Masyarakat Desa Baturaja EPD Keluhkan Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:07 WIB

Kurang Dari 24 Jam, Polres OKI Tangkap Pelaku Penganiayaan Maut di Air Sugihan

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:15 WIB

Bio Solar Langka, SPBU Palem Raya Diduga Sarang Mafia BBM Subsidi

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:40 WIB

PWI Bateng Perkuat Kemitraan dengan Kapolres Baru, AKBP Samuel Siap Lanjutkan Program Positif

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:57 WIB

Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto Kunjungi Kajari OKI, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Berita Terbaru

Palembang

Warga Mangsang Desak Mabes Polri

Senin, 27 Jul 2026 - 18:38 WIB

Banyuasin

Galang Kekuatan Pertahanan Rakyat, Babinsa Aktifkan Linmas Desa

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:50 WIB