OGAN ILIR, inewsnusantara.com,- Kegiatan Telusur Sungai yang diselenggarkan wartawan 789 dengan rute dari Palembang hingga finish di Desa Burai Kabupaten Ogan Ilir, dicederai ulah oknum Kabid Dinas Kominfo Ogan Ilir.
Di mana terdapat empat orang wartawan dari 40 wartawan yang ikut serta dalam acara tersebut tak diakomodir sebagaimana mestinya oleh dinas terkait.
Uang akomodasi dan bingkisan yang seharusnya ada, namun tidak diberikan sebagaimana mestinya.
Alasan dari oknum Kabid Kominfo Ogan Ilir bernama Rulli, karena tidak ikut dari start awal keberangkatan.
Kendati demikian, empat orang wartawan tersebut tetap mengikuti agenda sebagimana ketentuan dengan lewat darat hingga ke Desa Burai.
Bahkan terdapat wartawan kawakan dan senior yang sangat dihormati dikalangan wartawan di sumsel yang ikut serta dalam agenda juga tak mendapatkan haknya.
Salah seorang wartawan kawakan yang juga ketua panitia, Syahril mengaku kecewa dengan perlakuan tak mengenakkan hati tersebut.
“Maaf rekan-rekan grup ini akan saya tutup. Dan saya pribadi memilih untuk tidak mensuport berita-berita OI terutama dari hasil kunjungan,” ungkapnya usai kegiatan Telusur Sungai, Kamis (15/5/2025).
Menurut Syahril, pada agenda awal disepakati jika tidak bisa atau berhalangan lewat jalur air dapat melalui jalur darat.
“Semisal dalam agenda tersebut jika ada trauma air, kurang sehat badan atau mempunyai halangan lain dapat melalui jalur darat dan melanjutkan agenda sebagaimana mestinya di Desa Burai,” katanya.
Sementara menurut seorang sumber wartawan asal Ogan Ilir, mekanisme absensi peserta Telusur Sungai tersebut terkesan sangat kaku.
“Dengan absensi yang kaku, maka ada empat orang yang tidak dapat akomodasi. Padahal Bapak Bupati Ogan Ilir menjadikan kegiatan ini sebagai ajang promosi wisata daerah,” kata sumber tersebut.
Sementara Kepala Dinas Kominfo Ogan Ilir, Ferdian Riza Yudha mengaku telah mempersiapkan kegiatan Telusur Sungai dengan maksimal.
Terkait ulah oknum Kabid Kominfo, Ferdian berjanji akan mengkoordinasikan terkait hal ini.
“Telusur Sungai merupakan inisiatif untuk membangun pariwisata Ogan Ilir dan kami telah berupaya maksimal menyukseskan kegiatan ini. Terkait adanya kekurangan dalam pelaksanaan, kami mohon maaf dan akan membahasnya dengan pihak terkait,” ucap Ferdian dihubungi terpisah.













