Tidak Ada Sistem “Nembak” Pemeriksaan Kesehatan Calon PPPK

- Redaksi

Minggu, 5 Januari 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BANYUASIN,inewsnusantara.com,– RSUD Banyuasin diminta untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara transparan dan adil bagi para calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang telah dinyatakan lulus seleksi.

Pemeriksaan ini merupakan salah satu syarat wajib untuk memastikan kelayakan fisik, mental, dan bebas narkoba para peserta. Pemeriksaan kesehatan mencakup tiga aspek penting: Surat Keterangan Sehat Jasmani, Surat Keterangan Sehat Rohani, dan Keterangan Bebas Narkoba.

Warga berharap pemeriksaan dilakukan dengan ketat dan mendalam agar hasil yang diberikan benar-benar mencerminkan kondisi peserta.

“Jangan sampai ada surat kesehatan yang bisa diperoleh tanpa melalui pengujian laboratorium. Pemeriksaan harus dilakukan sesuai standar agar hasilnya benar-benar akurat,” ujar Ipan.

Ipan juga menyoroti potensi adanya peserta yang terindikasi mengonsumsi narkoba atau memiliki gangguan kejiwaan. Oleh karena itu, mereka menekankan pentingnya pemeriksaan yang akurat dan ketat.

Baca Juga :  Idul Adha 1446, Harga Hewan Kurban Kambing dan Domba di Ogan Ilir Mulai Rp 2,5 Juta Hingga Rp 5 Juta

Sementara itu, Direktur RSUD Banyuasin, dr. H. Ari Fauta M.Kes, memastikan bahwa pihaknya berkomitmen melaksanakan pemeriksaan secara transparan dan tanpa kompromi.

“Setiap peserta wajib menjalani serangkaian pemeriksaan lengkap. Tidak ada istilah ‘nembak’. Hasilnya akan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” tegas Ari Fauta.

Untuk tes narkoba, RSUD Banyuasin menggunakan alat rapid test narkoba standar, sementara tes kejiwaan dilakukan oleh dokter spesialis. Jika ditemukan hasil positif narkoba atau indikasi gangguan kejiwaan, surat keterangan akan disesuaikan dengan hasil tersebut.

Ari Fauta juga menyebutkan, bahwa
RSUD Banyuasin juga menyiapkan pengawasan ketat untuk mencegah kecurangan, seperti upaya mengganti sampel urin.

Baca Juga :  Kapolda Sumsel Lantik 457 Siswa Diktukba Polri Gelombang II T.A 2024 di SPN Polda Sumsel Desa Bukit

“Peserta diingatkan agar tidak mencoba mengganti urin. Petugas pengawas akan bertugas dengan ketat selama pemeriksaan,” tambah dr. Ari seraya mengatakan, Pemeriksaan kesehatan calon PPPK dijadwalkan berlangsung mulai 9 hingga 20 Januari 2025.

Dengan jumlah peserta hampir mencapai lima ribu orang, pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk memastikan para calon PPPK memiliki kondisi fisik dan mental yang layak untuk menjalankan tugas mereka.

Dengan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan yang adil dan transparan, diharapkan hasil tes kesehatan dapat menjadi dasar valid dalam proses penerimaan PPPK,” tutup Ari Fauta. (Adm).

Berita Terkait

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian
HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan
Danrem 044/Gapo: Prajurit Hebat Berawal Dari Keluarga Yang Kuat
Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI
Sembari Patroli Poskamling, Koptu Bambang Irawan Himbau Warga Waspada Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan
Jembatan Merah Putih Presisi Polres OKI di Pematang Buluran Diresmikan
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polsek Tulung Selapan Hidupkan Kembali Sumur Bor Terbengkalai di Ujung Tanjung
Polres OKI Ungkap Kasus Penembakan di Mesuji dalam Waktu Kurang dari 12 Jam, Pelaku dan Senpi Rakitan Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:28 WIB

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:36 WIB

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:49 WIB

Danrem 044/Gapo: Prajurit Hebat Berawal Dari Keluarga Yang Kuat

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:32 WIB

Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:04 WIB

Sembari Patroli Poskamling, Koptu Bambang Irawan Himbau Warga Waspada Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan

Berita Terbaru

Daerah

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:36 WIB