BANYUASIN,inewsnusantara.com,- Perangkat desa di 11 desa dalam Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, mengikuti sosialisasi Peningkatan kesadaran tentang lingkungan hidup dan kehutanan yang menghadirkan narasumber dari DLH dan BPBD Kabupaten Banyuasin.
Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Olahraga Desa Durian Daun, pada
Rabu (27/8). Dan dihadiri, Camat
Suak Tapeh Bambang Setiadi SE
MSi didampingi Kasi PPD Enny
Yoseta SKM MKes, Kades Durian
Daun Supri Suryadi.
Sementara itu selaku narasumber
dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuasin, yang menjabat sebagai Analis Kebijakan Sony Ridho Yunarso. Sedangkan narasumber dari BPBD Kabupaten Banyuasin Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Gatot Setiyoso.
Camat Suak Tapeh Bambang Setiadi, saat membuka acara tersebut dalam sambutannya mengatakan, Perangkat desa sangat penting dalam sosialisasi peningkatan kesadaran lingkungan hidup dan kehutanan karena mereka memiliki peran strategis dalam menggerakkan dan mendidik masyarakat desa.
“Dengan partisipasi aktif perangkat
desa, sosialisasi menjadi lebih efektif, mendorong kolaborasi, dsn memastikan program lingkungan seperti perhutanan sosial dan pengelolaan sampah dapat terlaksana dengan baik dan mencapai tujuannya,” jelasnya.
Dikatakannya, Peran Perangkat
desa dalam Sosialisasi Lingkungan dimana Perangkat desa dapat menginisiasi dan memimpin kegiatan edukasi dan sosialisasi lingkungan di desa, seperti seminar, diskusi, atau kampanye kesadaran.
Mereka dapat mengalokasikan dan memaksimalkan dana desa untuk program-program lingkungan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian hutan.
Perangkat desa bertindak sebagai penghubung dan koordinator antara masyarakat, organisasi non-pemerintah, dan instansi pemerintah terkait untuk menyukseskan program lingkungan.
“Dengan dukungan dan contoh dari Pemerintah desa, masyarakat menjadi lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan, seperti mengelola sampah, menanam pohon, dan menjaga kebersihan,” terangnya.
Selain itu, Perangkat desa memastikan program-program lingkungan seperti perhutanan sosial dan program kampung iklim (ProKlim) terintegrasi dalam perencanaan pembangunan desa.
“Sosialisasi tentang pemilahan dan pengelolaan sampah organik dan non-organik menjadi lebih mudah dengan keterlibatan perangkat desa, yang dapat mendorong terbentuknya bank sampah atau program kompos,” paparnya.
Menurutnya, Perangkat desa berperan penting dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan, yang dapat meningkatkan akses rakyat untuk mengelola hutan sosial secara berkelanjutan.
“Dengan partisipasi aktif dan dukungan yang tepat, sosialisasi yang dilakukan Perangkat desa dapat mewujudkan desa yang bersih, sehat, asri, dan layak huni bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Adm)













