Babel, INC,. — Pelaku usaha pasir zirkon di Bangka Belitung meminta pemerintah pusat dan aparat penegak hukum turun tangan menertibkan oknum yang diduga melakukan intimidasi dan pemerasan terhadap industri mineral ikutan di daerah tersebut, yang dilaksanakan dilapangan taman pangkalpinang, (14/03/2024).
Permintaan itu disampaikan Paguyuban Pengusaha Mineral Ikutan Lokal Bangka, setelah sejumlah perusahaan mengaku mengalami tekanan dari pihak yang mengatasnamakan LSM, Satgas, maupun wartawan.
Menurut mereka, tindakan tersebut kerap berupa inspeksi mendadak tanpa dokumen resmi, intervensi terhadap operasional perusahaan, hingga ancaman pemberitaan negatif di media.
Pengusaha menilai praktik tersebut tidak hanya merugikan pelaku usaha, tetapi juga berdampak pada masyarakat yang menggantungkan ekonomi dari aktivitas pertambangan mineral ikutan, termasuk petani tailing dan pekerja tambang.
Jika kondisi ini terus berlanjut, para pengusaha khawatir banyak perusahaan lokal terpaksa menghentikan operasional. Hal itu berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja dan menurunnya kontribusi sektor mineral ikutan terhadap pendapatan daerah.
Perwakilan paguyuban menegaskan bahwa, pengusaha lokal pada prinsipnya siap menjalankan usaha sesuai regulasi yang berlaku. Namun mereka berharap pengawasan dilakukan secara profesional dan berdasarkan aturan hukum yang jelas.
Melalui pernyataan tersebut, para pengusaha meminta pemerintah, aparat kepolisian, serta lembaga terkait untuk menindak tegas oknum yang menyalahgunakan kewenangan maupun profesi demi kepentingan pribadi.
Mereka juga berharap tercipta iklim usaha yang kondusif agar sektor mineral ikutan tetap menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Bangka Belitung. (I20/INC)












