Melihat Aktivitas Pandai Besi Desa Mandi Angin, Sentra Pembuatan Parang di Ogan Ilir

- Redaksi

Senin, 27 Januari 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR,Inewsnusantara.com – Mula-mula, besi dibakar pada tungku yang bahan bakarnya dari arang dengan bantuan energi angin yang berasal dari pompa blower.

Dalam waktu tak sampai 20 menit, bahan besi akan mencapai tingkat panas pada suhu tertentu, di mana besi berubah warna kemerah-merahan yang merupakan pertanda besi siap ditempa.

“Selanjutnya besi dikeluarkan dari tunggu untuk dipotong sesuai ukuran yang mau dibuat,” kata Mamad saat beraktivitas di bengkel pandai besi miliknya, Senin (27/1/2025) pagi.

Dijelaskannya, bahan baku besi didapatkan dari pengepul di Desa Limbang Jaya, Kecamatan Tanjung Batu, masih wilayah Ogan Ilir.

Besi yang sudah dipotong dimasukkan kembali kedalam tungku untuk dipanaskan seperti pada tahap pertama.

Pada tahap ini, besi mulai ditempa untuk mendapatkan ketebalan yang sesuai dan memulai pembentukan model.

Baca Juga :  Sebanyak 53 PNS Resmi Dilantik Ke Dalam Jabatan Fungsional Tertentu di Lingkup Pemkab Banyuasin

“Saat besi memuai, permukaan besi yang lebar dipukul menggunakan besi stempel dari masing-masing pengrajin,” tutur Mamad.

Besi yang sudah dibentuk Kemudian dipanaskan kembali, lalu ditempa untuk mendapatkan kekerasan besi yang maksimal serta bentuk parang yang sempurna.

Selanjutnya parang dihaluskan salah satu sisinya dengan menggunakan mesin gerinda untuk menghasilkan mata parang yang tajam.

Parang yang sudah dihaluskan kemudian dipanaskan kembali untuk disepuh agar kualitas terjaga.

“Proses ini adalah penentu kualitas parang. Semakin lama parang ditempa, semakin bagus tingkat kekerasannya,” jelas Mamad.

Pria 50 tahun ini juga menunjukkan beberapa bilah parang yang sudah jadi dan siap dipasarkan.

Dalam seminggu, biasanya pandai besi di Desa Mandi Angin bekerja setiap hari.

Namun Mamad sendiri bekerja dua kali dalam seminggu karena ada kesibukan lainnya yakni berdagang.

Baca Juga :  Pakaian Adat Warnai Upacara Hardiknas di Palembang, Sekda Tekankan Pendidikan Berkualitas

Dalam sehari, pandai besi biasanya menghasilkan 10 hingga 15 bilah parang atau peralatan tajam lainnya.

Aktivitas sebagai pandai besi telah dijalani Mamad sejak tahun 1990 atau saat usianya masih 16 tahun.

“Pandai besi ini pekerjaan turun-temurun sudah sejak ratusan tahun yang lalu,” ujarnya.

Hasil karya para pandai besi di Desa Mandi Angin dijual melalui outlet besi yang berada di pinggir Jalintim Palembang-Kayuagung.

Mamad juga menjual parang buatannya ke pasar-pasar yang ada di Ogan Ilir seperti Tanjung Raja, Kandis, Indralaya, hingga Kayuagung.

“Parang dengan berbagai ukuran dijual mulai harga Rp 45 ribu hingga Rp 65 ribu,” kata dia.(Mat)

Berita Terkait

Kapolres OKI Tegaskan Larangan Penggunaan Vape, Personel Diminta Patuhi Surat Edaran Kapolri*
Kapolres OKI Dampingi Menteri LH dan Pejabat Mabes Polri Tinjau Penanganan Karhutla di Tulung Selapan*
Polres OKI Bongkar Sembilan Pondok Diduga Sarang Narkoba di Serigeni Lama
Kapolres OKI Sambangi Warga Cokro, Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Polres OKI Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Siswa TK Belajar Bahaya Karhutla
Dinkes OKI Sepakati MoU RSUD Kayu Agung Dengan Puskesmas
Polsek Rambutan Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu, 11 Paket Barang Bukti Disita
HAMASS Akan Kembali Demo Oknum Sekretaris Dinkes OKl

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:32 WIB

Kapolres OKI Tegaskan Larangan Penggunaan Vape, Personel Diminta Patuhi Surat Edaran Kapolri*

Minggu, 1 November 2026 - 15:01 WIB

Kapolres OKI Dampingi Menteri LH dan Pejabat Mabes Polri Tinjau Penanganan Karhutla di Tulung Selapan*

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Polres OKI Bongkar Sembilan Pondok Diduga Sarang Narkoba di Serigeni Lama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Polres OKI Tanamkan Kepedulian Lingkungan, Siswa TK Belajar Bahaya Karhutla

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Dinkes OKI Sepakati MoU RSUD Kayu Agung Dengan Puskesmas

Berita Terbaru