Kadinkes Ogan Ilir Angkat Bicara, Plafon Bangunan Pustu Ambruk Padahal Baru Direhabilitasi Pakai Dana Rp 274 Juta

- Redaksi

Jumat, 14 Februari 2025 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR, inewsnusantara.com– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Ilir angkat bicara perihal plafon bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ambruk.

Diketahui, Pustu yang berlokasi di Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu itu plafonnya ambruk pada Kamis (13/2/2025) malam.

Kepala Dinkes Ogan Ilir, Hendra Kudeta mengatakan bahwa penyebab kerusakan plafon karena diterpa angin kencang.

“Semalam kan angin kencang sekali,” kata Hendra dihubungi wartawan, Jumat (14/2/2025).

Menurutnya, kerusakan hanya sebagian kecil dari seluruh plafon di bangunan Pustu tersebut.

“Itu kerusakan (plafon) hanya di depan saja (teras bangunan). Yang lain aman,” tutur Hendra.

Baca Juga :  Sekda Aprizal Hasyim Tinjau Posko Lebaran, 500 Personel Disiagakan Amankan Pemudik di Palembang

Setelah memastikan kerusakan, Hendra memastikan perbaikan dilakukan secepatnya agar pelayanan kesehatan masyarakat tak terganggu.

“Hari ini juga plafon diperbaiki oleh kontraktor yang mengerjakan rehabilitasi bangunan Pustu tersebut,” kata Hendra menegaskan.

Aparat kepolisian pun telah datang ke lokasi guna memastikan material plafon yang ambruk tak membahayakan masyarakat.

Kapolsek Tanjung Batu Iptu Dr. Syaparudin Akso mengatakan, berdasarkan keterangan warga, bangunan Pustu tersebut baru selesai direhabilitasi pada 2024 lalu.

“Bangunan Pustu juga baru diserahterimakan pada Januari kemarin,” terang Syaparudin.

Pembangunan fasilitas kesehatan tersebut diketahui menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ogan Ilir tahun 2024 sebesar Rp 274 juta.

Baca Juga :  Bangun Kualitas ASN Banyuasin, Pj Bupati Banyuasin Buka Workshop

“Dari kondisi bangunan yang mengalami kerusakan dalam waktu singkat, ada dugaan bahwa pengerjaannya tidak sesuai standar mutu,” ujar Syaparudin.

Untuk sementara, pelayanan kesehatan bagi masyarakat Desa Burai dialihkan ke kantor Kepala Desa Burai guna menjaga keselamatan pasien dan tenaga medis.

Selain berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan, lanjut Syaparudin, diduga adanya kelalaian dalam pengerjaan proyek.

“Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan siap melakukan langkah-langkah penyelidikan lebih lanjut jika ditemukan indikasi kerugian negara akibat pembangunan yang tidak sesuai standar,” terang Syaparudin. (Mat)

Berita Terkait

Tim Karhutla Mabes TNI Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Serta Penanggulangan Karhutla di Selat Penuguan
Hotspot OKI Capai 570 dan Karhutla Capai 1.682 Ha
Bocah 10 Tahun Tenggelam di Sungai Komering Ditemukan Meninggal Dunia
Nelayan Tenggelam di Perairan Sungsang Ditemukan Meninggal Dunia
Pesta Musik Djarum Istimewa di Kayu Agung OKI Tuai Keluhan
Melalui Patroli Ke Desa Binaan, Babinsa Perkuat Silaturahmi Dengan Warga
Polres OKI bersama peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Pokjar XIV dalam Focus Group Discussion (FGD)
SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Terapkan Program Teman SMA

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 21:30 WIB

Tim Karhutla Mabes TNI Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Serta Penanggulangan Karhutla di Selat Penuguan

Selasa, 15 September 2026 - 15:57 WIB

Hotspot OKI Capai 570 dan Karhutla Capai 1.682 Ha

Senin, 14 September 2026 - 14:01 WIB

Bocah 10 Tahun Tenggelam di Sungai Komering Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 14 September 2026 - 13:54 WIB

Nelayan Tenggelam di Perairan Sungsang Ditemukan Meninggal Dunia

Minggu, 13 September 2026 - 22:48 WIB

Pesta Musik Djarum Istimewa di Kayu Agung OKI Tuai Keluhan

Berita Terbaru

Daerah

Hotspot OKI Capai 570 dan Karhutla Capai 1.682 Ha

Selasa, 15 Sep 2026 - 15:57 WIB

Daerah

Pesta Musik Djarum Istimewa di Kayu Agung OKI Tuai Keluhan

Minggu, 13 Sep 2026 - 22:48 WIB