Imam Wahyudi: Persoalan Dana 2,1 Triliun Harus Diusut Tuntas, Jangan Cederai Kepercayaan Publik

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangka Belitung, inewsnusantara.com – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Imam Wahyudi, menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik di tengah isu yang berkembang terkait dugaan dana mengendap sebesar Rp2,1 triliun di perbankan daerah. Ia meminta agar pihak-pihak berwenang segera menuntaskan persoalan tersebut secara transparan dan akuntabel.

“Ini sangat serius karena menyangkut trust publik. Kepercayaan masyarakat harus kita jaga. Jangan sampai pernyataan seorang pemimpin justru mencederai dan membuat masyarakat gaduh, apalagi di tengah kondisi ekonomi kita yang sedang tidak baik-baik saja, khususnya di Bangka Belitung,” ujar Imam, Selasa, (28/10/2025).

Menurutnya, perkembangan informasi mengenai isu tersebut telah dilaporkan melalui tim Gubernur, dan kini menjadi perhatian bersama untuk segera diusut. Imam menilai, jika persoalan ini tidak dijawab secara konkret, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat hilang.

Baca Juga :  Didampingi Wabup, Bupati Banyuasin Hadiri Munas VI dan HUT ke 25 APKASI di Minahasa

“Kita harus usut secara tuntas, baik secara hukum maupun melalui audit untuk mengetahui di mana letak kesalahannya—apakah di bank daerah, salah satu bank tertentu, atau dari sumber lainnya,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pihak-pihak berwenang seperti Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bangka Belitung, BI Pusat, maupun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera memberikan penjelasan resmi kepada publik agar tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Aipda Gp Andiko Imbau Warga Binaannya Untuk Melaksanakan Program P2B

“Harus ada penjelasan tuntas supaya masyarakat tidak menduga-duga seolah benar ada uang mengendap Rp2,1 triliun. Faktanya, dari data bulan Juli, kita lihat bersama, tidak sampai sebesar itu,” jelas Imam.

Politisi tersebut menambahkan, penyelesaian isu ini perlu dilakukan secara terbuka melalui komunikasi antara Gubernur dan masyarakat, atau melalui DPRD sebagai wakil rakyat.

“Jangan sampai persoalan ini berlarut tanpa penyelesaian. Kita akan terus bergerak dan dalam waktu dekat, DPRD bersama pihak terkait akan berkoordinasi ke Kemendagri untuk mendapatkan penjelasan lebih detail,” tutup Imam.

Berita Terkait

LAZISMU Babel dan BEM Pertiba Ketuk Hati Warga, Galang Dana untuk Korban Bencana
Imam Wahyudi Tegaskan, Wakil Rakyat Harus Turun ke Masyarakat, Serap dan Perjuangkan Aspirasi Warga
Reses Bukan Sekadar Serap Aspirasi, Eri Gustian Janji Kawal Keluhan Warga Rambang hingga ke Pemerintah Daerah
Reses DPRD Bangka, Marianto Kawal Aspirasi Warga hingga Insentif Guru TK/TPA
Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda Area Perkebunan Sawit PT. Swadaya Bhakti NegaraMas (PT Indofood) di Desa Pulai Gading
8 Pejabat BRI Jalani Sidang Dugaan Kredit Bermasalah
Dua ASN Dishub Palembang Diperiksa
Dengarkan Pidato Kenegaraan HUT RI, Ketua DPRD OKI Ajak Perkuat Sinersigitas

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:33 WIB

LAZISMU Babel dan BEM Pertiba Ketuk Hati Warga, Galang Dana untuk Korban Bencana

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Imam Wahyudi Tegaskan, Wakil Rakyat Harus Turun ke Masyarakat, Serap dan Perjuangkan Aspirasi Warga

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:56 WIB

Reses DPRD Bangka, Marianto Kawal Aspirasi Warga hingga Insentif Guru TK/TPA

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda Area Perkebunan Sawit PT. Swadaya Bhakti NegaraMas (PT Indofood) di Desa Pulai Gading

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:29 WIB

8 Pejabat BRI Jalani Sidang Dugaan Kredit Bermasalah

Berita Terbaru

Banyuasin

Babinsa Koptu Helmi Berjuang Bersama Masyarakat Padamkan Api

Selasa, 25 Agu 2026 - 17:53 WIB