OGAN ILIR,inewsnusantara.com,- Keluarga Mita Rosnita, wanita yang ditemukan tewas di perkebunan tebu di Ogan Ilir menggelar doa 40 hari kematian wanita tersebut.
Pantauan di rumah duka di Desa Betung 1 Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir, masyarakat berdatangan untuk mempersiapkan gelaran doa.
Suami Mita, Nofrizal juga tampak turun langsung melakukan persiapan.
Tak banyak yang dikatakan suami mendiang Mita itu saat dibincangi wartawan.
Nofrizal hanya ingin perkara pembunuhan istrinya segera terungkap.
“Semoga cepat tertangkap pelakunya. Karena sudah lama, sudah 40 hari. Belum ada perkembangan,” kata Nofrizal ditemui di kediamannya, Minggu (29/6/2025) petang.
Nofrizal mengaku telah beberapa kali diperiksa polisi sebagai saksi dalam perkara ini.
“Saya diperiksa sudah lima kali atau enam kali. Diperiksa di Polsek,” pungkasnya.
Penyebab kematian Mita yang sedang mengandung enam bulan itu masih diselidiki oleh polisi.
Mita Rosnita (29 tahun) ditemukan tak bernyawa di perkebunan tebu wilayah Seri Bandung, Ogan Ilir, pada Minggu (18/5/2025) siang sekira pukul 13.30.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo mengungkapkan, Mita diduga merupakan korban pembunuhan.
“Dilihat dari TKP dan luka yang dialami, diduga korban pembunuhan,” ungkap Bagus melalui keterangan yang diterima wartawan.
Luka yang dimaksud Bagus yakni akibat benda tajam diantaranya di leher kanan, kepala, dagu dan perut sebelah kiri.
Dugaan korban dianiaya menggunakan benda tajam juga diperkuat dengan ditemukannya gagang celurit di TKP.
Sekitar 150 meter dari jasad korban, ditemukan sepeda motor, handphone, dompet, kacamata, sarung tangan.
Seluruh barang tersebut diketahui milik korban.
Bagus menjelaskan, barang-barang tersebut lebih dulu ditemukan oleh warga.
“Setelah penemuan barang-barang itu, dilakukan pencarian korban hingga ditemukan sudah tidak bernyawa,” jelas Bagus.
Belum diketahui motif dugaan pembunuhan yang menggemparkan publik khususnya di Ogan Ilir itu.
“Motifnya belum diketahui karena anggota kami masih melakukan penyelidikan terkait identitas pelaku,” ujar Bagus.
Setelah melakukan olah TKP, polisi juga memeriksa saksi-saksi terkait perkara kematian korban.
“Masih terus dilakukan penyelidikan. Doakan semua segera terungkap,” kata Bagus.













