OGAN ILIR -INC,-Guna mendukung aktivitas pembuangan sampah, petugas kebersihan di Pasar Tanjung Raja, Ogan Ilir, berinisiatif membeli peralatan kebersihan menggunakan uang pribadi.
Hal ini dilakukan sejak beberapa bulan terakhir.
Tercatat ada 18 petugas kebersihan di Pasar Tanjung Raja.
Salah seorang petugas bernama Jamila mengungkapkan, inisiatif tersebut dilakukan sebagai tanggung jawab terhadap pekerjaan.
“Kalau sampah menumpuk dan saat peralatan rusak, maka kita harus gerak cepat. Seperti beli sapu, cangkul garuk,” kata Jamila kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
Wanita paruh baya ini mengaku digaji Rp 1 juta per bulan.
Dengan pendapatan tersebut, Jamila menyisihkannya untuk membeli peralatan seperti sapu seharga Rp 10 ribu, cangkul garuk seharga Rp 45 ribu.
“Kalau setiap bulan itu sudah pasti ganti sapu karena barang ini dipakai setiap hari,” ungkap Jamila.
Tak hanya itu, para petugas juga harus menutup biaya jika gerobak sampah mengalami ban bocor.
Untuk menambal ban, biaya yang diperlukan minimal Rp 15 ribu.
Pantauan di lapangan, gerobak sampah yang digunakan Jamila dan rekan-rekan tampak karatan dan banyak bolongnya.
Gerobak tersebut ditambal menggunakan triplek.
“Bukan hanya saya. Petugas yang lain juga urunan uang untuk perbaikan peralatan kalau ada kerusakan,” tuturnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ogan Ilir bukannya tidak tahu dengan situasi yang dialami Jamila dan para petugas kebersihan lainnya.
Pejabat dinas terkait telah beberapa kali meninjau lokasi pembuangan sampah, termasuk di Pasar Tanjung Raja.
“Pernah dari pejabat dinas datang. Katanya mau ada penataan lokasi pembuangan dan menyediakan peralatan yang memadai,” tutur Jamila.
Kepala DLH Kabupaten Ogan Ilir, Abi Bakrin Siddik mengonfirmasi telah meninjau tempat pembuangan sampah di Pasar Tanjung Raja untuk merespon kendala petugas kebersihan.
“Kebetulan tadi kami dari lokasi bersama kepala pasar dan petugas DLH yang di lapangan,” kata Abi melalui pesan WhatsApp.













