Pangkalpinang, inewsnusantara.com – Kawasan Theresia kembali terendam banjir meski hujan hanya turun selama sekitar 25 menit, dari pukul 13.00 hingga 13.25 WIB. Genangan tinggi di area tersebut mengundang pertanyaan publik tentang efektivitas penanganan banjir oleh otoritas kota.
Menurut pantauan dilokasi, banjir di Theresia disebabkan oleh volume air besar yang mengalir dari Parit Lalang di wilayah atas. Karena posisi Theresia berada di dataran rendah dan saluran drainase di sana cukup sempit, air sulit surut dengan cepat, Senin siang, 17/11/2025.
Pemerintah Kota Pangkalpinang, sejatinya sudah membangun pompa air melalui Dinas PUPR untuk mengatasi genangan. Namun operasional pompa masih belum optimal: Dinas PUPR masih harus berkoordinasi untuk mengaktifkannya ketika jalan benar-benar lumpuh terendam banjir.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, dikabarkan belum memberikan solusi permanen untuk mencegah banjir berulang di Theresia. Meski BPBD terus memantau kondisi lapangan, belum ada kejelasan kapan langkah mitigasi konkret akan diambil.
“BPBD siap evakuasi jika kendaraan terjebak, tapi persoalan utama adalah mengapa volume air bisa sedemikian besar dan drainase tetap tak mumpuni,” kata warga setempat.
Warga Theresia berharap, agar Pemerintah Kota Pangkalpinang, lewat BPBD dan Dinas PUPR, segera menuntaskan persoalan banjir yang terus berulang setiap musim hujan.













