Koperasi Desa Merah Putih Belitung Dibikin “Belajar Ulang”, PT TIMAH Turun Tangan Buka Pola Kemitraan

- Redaksi

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Belitung, INC, —
PT TIMAH Tbk kembali menggelar sosialisasi kemitraan Koperasi, bersama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan koperasi pertambangan di wilayah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Kegiatan ini berlangsung di Grand Hatika Hotel Belitung, Kamis (29/1/2026).

Sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, Annyta, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belitung Timur, Zikril, serta 25 koperasi desa dan koperasi tambang dari dua kabupaten tersebut.

Kegiatan ini dinilai menjadi sinyal, bahwa masih banyak koperasi desa yang belum siap secara administratif maupun manajerial untuk masuk dalam pola kemitraan resmi dengan perusahaan tambang negara tersebut.

Dalam sosialisasi itu, PT TIMAH Tbk menghadirkan narasumber dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Sopiar, yang memaparkan kondisi dan perkembangan koperasi, termasuk persoalan kelembagaan yang masih menjadi pekerjaan rumah di tingkat desa.

Sebelumnya, PT TIMAH Tbk juga telah menggelar sosialisasi serupa di Pulau Bangka. Bahkan perusahaan membentuk layanan kantor koperasi khusus untuk membantu koperasi memenuhi berbagai persyaratan administrasi yang dinilai belum tertib.

Baca Juga :  Polres Banyuasin Gelar Gerakan Pangan Murah, 10 Ton Beras Ludes Diserap Warga

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Belitung Timur, Zikril, mengakui bahwa pemerintah daerah masih perlu melakukan penataan ulang terhadap peran koperasi desa, terutama dalam penyediaan fasilitas lahan dan kebutuhan dasar.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan agar koperasi tidak berjalan tanpa arah dan tidak salah langkah dalam memahami regulasi.

Menurutnya, kemitraan koperasi dengan PT TIMAH Tbk bukan hal sederhana karena melibatkan banyak regulasi lintas sektor.

“Kemitraan ini harus diperkuat antara PT TIMAH Tbk, ESDM, Kementerian Koperasi dan Desa. Ini hal baru, sehingga koperasi harus benar-benar dibina. Mereka perlu memahami kemampuan manajerial dan aturan agar tidak berjalan dalam ketakutan,” ujarnya.

Zikril berharap seluruh peserta dapat menyerap materi secara utuh, agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan koperasi di tingkat desa.

Sementara itu, salah satu peserta, Rudy dari KDMP Desa Selinsing, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini membuka pemahaman baru terkait pola kerja sama dengan PT TIMAH Tbk yang selama ini belum sepenuhnya dipahami.

Baca Juga :  Malyadi : Tidak Ada Kampanye Pada Masa Tenang

Ia mengatakan pihaknya, telah melakukan perubahan akta koperasi dan mulai bekerja sama dengan mitra PT TIMAH.

“Dengan sosialisasi ini, kami jadi lebih paham bagaimana pola dan sistem kemitraan. Sebelumnya banyak hal yang belum kami mengerti,” katanya.

Rudy berharap pendampingan tidak berhenti pada sosialisasi semata, melainkan berlanjut hingga koperasi benar-benar mampu berdiri sebagai mitra langsung perusahaan.

Hal senada disampaikan Ketua KDMP Badau, Fahrulliansyah. Ia menilai kegiatan ini penting karena masih banyak koperasi desa yang belum memahami secara detail persyaratan administratif untuk menjalin kemitraan.

“Kami jadi tahu apa saja yang harus dipersiapkan. Selanjutnya akan kami musyawarahkan dengan anggota, termasuk kemungkinan perubahan anggaran dasar koperasi,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama dengan PT TIMAH Tbk tidak hanya sebatas wacana, namun benar-benar mampu memberdayakan koperasi desa dan meningkatkan kesejahteraan anggota di lapangan. (I20)

*Sumber: PT TIMAH Tbk.

Berita Terkait

Polres OKI dan BNNK Gerebek Pondok di Kebun Duku, Empat Pria Diamankan
Api Membakar Lahan di Perigi, Polres OKI dan Warga Berjibaku Cegah Karhutla Meluas
Tomas Ogan Ilir Minta Kepala Daerah Evaluasi Pola Penanganan Karhutla
Gebyar Pajak Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Siapkan 4 Motor untuk Wajib Pajak
Peninjauan Karhutla di Area Konsesi PBPH PT TPJ, FKPKMB Cek Langsung Kondisi Lapangan
Mantan Direktur PDAM Tirta Betuah Banyuasin dan 3 Lainnya Jadi Tersangka Korupsi Rp3,94 Miliar
Reses di Baturusa, dr. Zarril Serap Aspirasi PJU dan Pelebaran Jalan
Didit: DPRD Babel Kawal Plasma Hingga Tuntas

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Polres OKI dan BNNK Gerebek Pondok di Kebun Duku, Empat Pria Diamankan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Tomas Ogan Ilir Minta Kepala Daerah Evaluasi Pola Penanganan Karhutla

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Gebyar Pajak Kota Pangkalpinang, Prof Saparudin Siapkan 4 Motor untuk Wajib Pajak

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Peninjauan Karhutla di Area Konsesi PBPH PT TPJ, FKPKMB Cek Langsung Kondisi Lapangan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Mantan Direktur PDAM Tirta Betuah Banyuasin dan 3 Lainnya Jadi Tersangka Korupsi Rp3,94 Miliar

Berita Terbaru

Daerah

Wow…! Mantan Kasat Reskrim OKI Sukses Raih Gelar Doktor

Senin, 12 Okt 2026 - 18:40 WIB