OGAN ILIR,inewsnusantara.com,- Bupati Ogan Ilir bernama Panca Wijaya Akbar diduga meremehkan media massa yang ada kabupaten tersebut. Perilaku Panca yang merupakan bupati muda belia ini dilakukan beberapa kali di depan forum.
Seperti pada kegiatan savari ramadhan bulan Maret lalu di mana Panca bilang jangan percaya berita media massa, tapi tanya dengan sumber lain.
Pernyataan Panca ini diulanginya lagi di depan forum terutama saat sedang diliput wartawan. Panca seolah lupa bahwa mayoritas media massa media mainstream di Ogan Ilir bungkam soal kasus PMI yang menyentil istrinya. Panca dianggap tidak berpikir ke arah situ.
Terbaru saat acara syukuran HUT ke-79 Bhayangkara di Tanjung Senai, Panca menyebut kalau tidak apa-apa diberitakan negatif karena Allah SWT yang menilai.
Padahal lucunya di saat yang sama Panca memamerkan kalau Ogan Ilir merupakan daerah termaju di Sumsel berdasarkan data dari BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Padahal yang memberitakan seperti itu adalah media mainstream media nasional, bukan ichal kire kire yang dikontrak Pemkab Ogan Ilir untuk corong publikasi.
Kelakuan bupati muda tersebut sangat disayangkan oleh awak media di Ogan Ilir. Seperti dikemukakan oleh seorang wartawan berinisial YS yang mengaku sangat kecewa dengan ulah Panca yang seolah anti wartawan.
“Selalu komentar miring soal wartawan dan media. Padahal kalau bupati mikir, jauh lebih banyak media yang memberitakan soal hal positif di Ogan Ilir, ketimbang yang memberitakan jelek. Bupati ini kalau mau tenteram selama empat atau lima tahun ke depan, ya harus merangkul wartawan asli, bukan wartawan merangkap PPPK,” tutur YS kepada media ini, Selasa (1/7/2025).
Wartawan lainnya berinisial JD mengaku tak suka dengan cara bupati ogan ilir alergi dengan media.
“Kalau orang mau memberitakan kejelekan Ogan Ilir pasti tidak akan ada habisnya. Ini bupati tidak bsrsyukur kalau banyak sekali wartawan sudah membantu dia secara tidak langsung. Misalnya tidak memberitakan kasus PMI dan kerjaan bupati yang suka keluar kota dan keluar negeri tanpa tujuan jelas. Selama ini kan tidak kita beritakan. Ke depan kalau bupati masih arogan kita beritakan saja semua,” ujar JD sambil menahan emosi.













