OGAN ILIR,inewsnusantara.com,- Beberapa waktu lalu Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani mengklaim angka kemiskinan di Ogan Ilir menurun dalam waktu satu tahun terakhir.
Hal itu disampaikan Ardani, menjawab tuntutan mahasiswa yang mendesak Pemkab Ogan Ilir mengentaskan kemiskinan.
Aksi dari berbagai aliansi mahasiswa dilakukan di kantor Bupati Ogan Ilir di Tanjung Senai, Indralaya, pada Selasa (3/6/2025) lalu.
“Saat ini persentase kemiskinan Ogan Ilir menurun hampir 2 persen,” kata Ardani ketika itu.
Diungkapkannya, persentase kemiskinan di Ogan Ilir tahun tahun 2023 sebesar 13,28 dan di tahun 2024 sebesar 12,03 persen.
Apa yang disampaikan Ardani ini bisa jadi memang benar.
Sayangnya tak ada data pasti terkait angka kemiskinan ekstrem di Ogan Ilir.
Namun secara faktual, angka kemiskinan di Bumi Caram Seguguk memang menurun karena ada warga miskin meninggal dunia.
Ialah Romzi, seorang warga miskin yang viral tinggal di rumah nyaris ambruk, meninggal dunia pada akhir Januari lalu.
Sebelumnya, kondisi pria 70 tahun itu begitu mengkhawatirkan karena tinggal di rumah nyaris ambruk dalam kondisi sakit keras.
Romzi merupakan warga Desa Sejangko di Kecamatan Rantau Panjang, Ogan Ilir.
Setelah meninggal dunia dan dikebumikan, rumah nyaris ambruk milik almarhum dibedah oleh Pemkab Ogan Ilir.
“Kasihan kakek Romzi. Setelah meninggal dunia, rumahnya baru dibangun,” kata seorang warga Sejangko.













