Pangkalpinang, inewsnusantara.com – Kasus Diabetes Melitus (DM) tipe 2 kini tak hanya mengintai orang dewasa, tapi juga mulai menyerang remaja. Fenomena inilah yang mendorong Tim Dosen Prodi D III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang melakukan kegiatan Pengabdian pada Masyaraka di SMAN 4 Pangkalpinang, Jumat (22/8/2025).
Kegiatan yang melibatkan dosen Ns. Tajudin, S.Kep., MM, Nurhayati, SKM., M.Kes., Ns. Abdul Kadir Hasan, S.ST., M.Kes., Ashar Abilowo, S.ST., M.Kes., Ns. Christine Handayani Siburian, S.Kep., M.Kep., Ns. Sammy Lazuardi Ginanjar, S.Kep, serta empat mahasiswa ini mengusung tema “Edukasi Penyakit Diabetes Melitus dan Pencegahannya”.
Ketua tim, Ns. Tajudin, S.Kep., MM, menegaskan, masa remaja adalah fase krusial pembentukan kebiasaan hidup.
“Tren diabetes tipe 2 sekarang sudah banyak menyerang kelompok usia muda. Pola makan tidak sehat, malas bergerak, dan minim pengetahuan tentang diabetes menjadi faktor utama. Karena itu, edukasi ini penting untuk membentuk kesadaran remaja sejak dini,” ujarnya.
Data Dinkes Provinsi Babel tahun 2023 mencatat ada 26.835 penderita diabetes pada usia 15 tahun ke atas di Bangka Belitung sepanjang 2022. Pangkalpinang menempati posisi kedua terbanyak dengan 5.404 kasus.
“Remaja kini terbiasa mengonsumsi makanan tinggi gula, cepat saji, dan jarang olahraga. Kebiasaan ini sangat berisiko memicu diabetes,” tambah Tajudin.
Sementara itu, Meity Riskia, S.Pd, Waka Humas SMAN 4 Pangkalpinang, mengakui pola konsumsi siswa masih memprihatinkan.
“Meski ada kantin sehat, anak-anak sering jajan gorengan, makanan manis seperti donat, seblak, mie pedas, hingga minuman manis dan softdrink. Ditambah lagi, banyak yang malas bergerak. Tak heran cukup banyak siswa dengan berat badan berlebih,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini, tim dosen tidak hanya memberi ceramah dan diskusi interaktif, tetapi juga melakukan cek gula darah dan berat badan pada perwakilan siswa. Hasilnya, banyak yang mengalami kelebihan berat badan, meski kadar gula darah relatif normal.
Meity menyambut baik inisiatif Poltekkes.
“Pengetahuan anak-anak selama ini hanya sebatas dari media sosial. Dengan adanya kegiatan ini, wawasan mereka lebih terbuka. Kami berharap bisa menjalin kerja sama jangka panjang dengan Poltekkes untuk edukasi kesehatan lainnya,” pungkasnya.













