Alarm Diabetes di Kalangan Remaja, Dosen Poltekkes Pangkalpinang Edukasi Siswa SMAN 4

- Redaksi

Minggu, 24 Agustus 2025 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pangkalpinang, inewsnusantara.com – Kasus Diabetes Melitus (DM) tipe 2 kini tak hanya mengintai orang dewasa, tapi juga mulai menyerang remaja. Fenomena inilah yang mendorong Tim Dosen Prodi D III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang melakukan kegiatan Pengabdian pada Masyaraka di SMAN 4 Pangkalpinang, Jumat (22/8/2025).

Kegiatan yang melibatkan dosen Ns. Tajudin, S.Kep., MM, Nurhayati, SKM., M.Kes., Ns. Abdul Kadir Hasan, S.ST., M.Kes., Ashar Abilowo, S.ST., M.Kes., Ns. Christine Handayani Siburian, S.Kep., M.Kep., Ns. Sammy Lazuardi Ginanjar, S.Kep, serta empat mahasiswa ini mengusung tema “Edukasi Penyakit Diabetes Melitus dan Pencegahannya”.

Ketua tim, Ns. Tajudin, S.Kep., MM, menegaskan, masa remaja adalah fase krusial pembentukan kebiasaan hidup.

“Tren diabetes tipe 2 sekarang sudah banyak menyerang kelompok usia muda. Pola makan tidak sehat, malas bergerak, dan minim pengetahuan tentang diabetes menjadi faktor utama. Karena itu, edukasi ini penting untuk membentuk kesadaran remaja sejak dini,” ujarnya.

Baca Juga :  Prof Saparudin Tekankan Disiplin ASN Fungsional, WFH Tak Boleh Ganggu Pelayanan Publik

Data Dinkes Provinsi Babel tahun 2023 mencatat ada 26.835 penderita diabetes pada usia 15 tahun ke atas di Bangka Belitung sepanjang 2022. Pangkalpinang menempati posisi kedua terbanyak dengan 5.404 kasus.

“Remaja kini terbiasa mengonsumsi makanan tinggi gula, cepat saji, dan jarang olahraga. Kebiasaan ini sangat berisiko memicu diabetes,” tambah Tajudin.

Sementara itu, Meity Riskia, S.Pd, Waka Humas SMAN 4 Pangkalpinang, mengakui pola konsumsi siswa masih memprihatinkan.

“Meski ada kantin sehat, anak-anak sering jajan gorengan, makanan manis seperti donat, seblak, mie pedas, hingga minuman manis dan softdrink. Ditambah lagi, banyak yang malas bergerak. Tak heran cukup banyak siswa dengan berat badan berlebih,” ungkapnya.

Baca Juga :  951 Sekolah OKI Beralih ke Digital, Smart Board dan Internet Satelit Jangkau Pelosok

Dalam kegiatan ini, tim dosen tidak hanya memberi ceramah dan diskusi interaktif, tetapi juga melakukan cek gula darah dan berat badan pada perwakilan siswa. Hasilnya, banyak yang mengalami kelebihan berat badan, meski kadar gula darah relatif normal.

Meity menyambut baik inisiatif Poltekkes.

“Pengetahuan anak-anak selama ini hanya sebatas dari media sosial. Dengan adanya kegiatan ini, wawasan mereka lebih terbuka. Kami berharap bisa menjalin kerja sama jangka panjang dengan Poltekkes untuk edukasi kesehatan lainnya,” pungkasnya.

Berita Terkait

Disdik OKI Segera Tindaklanjut Persoalan SDN 1 Kijang Ulu
Pagar SDN 1 Tanjung Laga Memprihatinkan, Kepala Sekolah Harapkan Bantuan Perbaikan
Puskesmas Celikah Ajak Masyarakat Terapkan PHBS
Dinkes OKI Ingatkan Bayi, Balita dan Lansia Rentan Dampak Karhutla
SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Terapkan Program Teman SMA
RSUD PALI Ajak Warga Terapkan Pola Hidup Sehat
SDN 17 Talang Ubi Terapkan Guru Tamu
SMAN 1 Talang Ubi Pali Butuh Support Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 10:14 WIB

Disdik OKI Segera Tindaklanjut Persoalan SDN 1 Kijang Ulu

Rabu, 16 September 2026 - 21:43 WIB

Pagar SDN 1 Tanjung Laga Memprihatinkan, Kepala Sekolah Harapkan Bantuan Perbaikan

Rabu, 16 September 2026 - 10:49 WIB

Puskesmas Celikah Ajak Masyarakat Terapkan PHBS

Selasa, 15 September 2026 - 15:31 WIB

Dinkes OKI Ingatkan Bayi, Balita dan Lansia Rentan Dampak Karhutla

Kamis, 10 September 2026 - 22:53 WIB

SMAN 2 Unggulan Talang Ubi Terapkan Program Teman SMA

Berita Terbaru

Daerah

Inspektur Inspektorat OKI Diduga Bawa Pulang Aset Kantor

Sabtu, 10 Okt 2026 - 15:48 WIB