Ahli Waris Lettu Inf Abu Kosim Protes Dugaan Pencatutan Nama oleh Oknum dan Korporasi

- Redaksi

Senin, 9 Juni 2025 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

OKI, inewsnusantara.com-Dugaan pencatutan nama tokoh militer Lettu Inf (Alm) Abu Kosim oleh sejumlah pihak menuai protes keras dari keluarga. M. Salim Kosim, S.IP, anak kandung sekaligus ahli waris resmi almarhum, menyampaikan keberatannya kepada pemerintah dan institusi terkait.

Salim menilai, nama Abu Kosim diduga digunakan secara sepihak oleh oknum individu dan korporasi untuk kepentingan bisnis, khususnya dalam penguasaan lahan dan kebun di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

“Kami sangat tidak terima nama almarhum Lettu Inf (Abu Kosim) disalahgunakan. Baik oleh pihak yang mengaku sebagai anak atau cucu beliau, maupun oleh korporasi yang menutupi fakta demi kepentingan pribadi atau kelompok,” tegas Salim kepada awak media, Senin (9/6/2025).

Baca Juga :  Pencuri Celana Dalam Resahkan Mahasiswi di Indralaya OI, Beraksi Pada Malam Hari

Menurut Salim, almarhum Abu Kosim merupakan pemegang surat resmi dari negara (surat RI) terkait kepemilikan lahan di kawasan tersebut. Karena itu, pihaknya meminta pemerintah pusat meninjau ulang status kepemilikan lahan yang kini dikuasai secara tidak sah.

Salim juga mengimbau Presiden RI Prabowo Subianto, Panglima TNI, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami mohon pemerintah menindaklanjuti persoalan ini secara serius dan objektif. Ini bukan hanya soal hak waris, tetapi juga soal keadilan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencatutan nama tokoh militer untuk kepentingan pribadi adalah bentuk pelecehan terhadap sejarah dan hukum.

Baca Juga :  Tower BTS di Indralaya OI Roboh Diterjang Angin Kencang, Sebelumnya Ada Struktur Rangka Hilang Dicuri

“Ini bisa merusak tatanan hukum dan menjadi preseden buruk bagi penegakan keadilan. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tanah,” kata Salim.

Pihak keluarga berharap pemerintah segera menertibkan pihak-pihak yang terlibat, serta mengembalikan hak atas tanah dan kebun kepada ahli waris yang sah secara hukum.

Dan redaksi transkapuas.com akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menunggu tanggapan resmi dari instansi terkait. Jika terbukti, kasus ini bisa menjadi momentum penting untuk mengusut praktik mafia tanah yang memanfaatkan nama tokoh sejarah sebagai legitimasi semu. ( Mas Tris)

Berita Terkait

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian
HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan
Danrem 044/Gapo: Prajurit Hebat Berawal Dari Keluarga Yang Kuat
Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI
Sembari Patroli Poskamling, Koptu Bambang Irawan Himbau Warga Waspada Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan
Jembatan Merah Putih Presisi Polres OKI di Pematang Buluran Diresmikan
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polsek Tulung Selapan Hidupkan Kembali Sumur Bor Terbengkalai di Ujung Tanjung
Polres OKI Ungkap Kasus Penembakan di Mesuji dalam Waktu Kurang dari 12 Jam, Pelaku dan Senpi Rakitan Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:28 WIB

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:36 WIB

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:49 WIB

Danrem 044/Gapo: Prajurit Hebat Berawal Dari Keluarga Yang Kuat

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:32 WIB

Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:04 WIB

Sembari Patroli Poskamling, Koptu Bambang Irawan Himbau Warga Waspada Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan

Berita Terbaru

Daerah

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:36 WIB