Pangkalpinang, INC,. – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Imam Wahyudi, mendesak aparat penegak hukum bersama pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap Logam Tanah Jarang (LTJ) agar tidak keluar dari Bangka Belitung, terutama melalui dugaan praktik pengiriman ilegal maupun penyelundupan.
Menurut Imam, LTJ merupakan mineral strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi kebutuhan dunia untuk industri kendaraan listrik, semikonduktor, hingga teknologi pertahanan. Karena itu, kekayaan tersebut harus diolah di Bangka Belitung agar memberikan nilai tambah bagi daerah.
“LTJ harus tetap diolah di Bangka Belitung. Jangan sampai dijual keluar, dikirim keluar, apalagi diselundupkan. Kalau daerah hanya menjadi pemasok bahan mentah, manfaat ekonominya akan dinikmati pihak lain,” tegas Imam.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Bangka Belitung itu menegaskan, aparat penegak hukum harus bertindak tegas apabila ditemukan aktivitas pemindahan atau pengiriman LTJ yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum.
“Kalau ada upaya membawa keluar LTJ dari Bangka Belitung, aparat harus bertindak. Jangan sampai ada pihak yang justru masuk dalam lingkaran yang memperdagangkan, memindahkan, atau bahkan menyelundupkan komoditas strategis ini,” ujarnya.
Menyusul sorotan publik, terhadap perpindahan ribuan ton tin slag dari kawasan peleburan timah ke lokasi penampungan di Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang. Material tersebut diduga masih mengandung mineral strategis, termasuk unsur-unsur Logam Tanah Jarang, sehingga memunculkan perhatian terkait aspek perizinan, tata kelola, dan pengawasannya.
Imam menilai, kasus tersebut harus menjadi momentum memperbaiki tata kelola mineral ikutan di Bangka Belitung. Ia menekankan, seluruh potensi mineral strategis harus dikelola secara transparan, sesuai aturan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Menurutnya, hilirisasi LTJ merupakan langkah penting agar Bangka Belitung tidak terus menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu membangun industri pengolahan, membuka lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan sampai kekayaan strategis Bangka Belitung justru dinikmati pihak luar. Daerah harus, menjadi pusat pengolahan dan memperoleh manfaat ekonomi sebesar-besarnya dari sumber daya yang dimiliki,” pungkasnya.












