OGAN ILIR -INC, -Aksi pemalakan di Simpang Muara Meranjat, Ogan Ilir, kembali dikeluhkan warga khususnya pengguna jalan. Keluhan disampaikan setelah sejumlah aksi pemalakan terjadi dalam beberapa waktu belakangan.
Seperti disampaikan seorang warga bernama Hanif Rauf. Ia mengaku diminta uang saat melintas di Simpang Muara Meranjat pada Kamis (4/6/2026) malam.
Ceritanya, Hanif hendak pulang ke Tanjung Batu. Saat melintas di TKP, ia menghentikan laju sepeda motornya karena menerima panggilan telepon.
“Waktu angkat telepon, saya lihat dari ekor mata seperti ada orang datang menghampiri,” kata Hanif kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).
Setelah mematikan telepon, Hanif mengaku didekati seseorang yang meminta uang.
“Orangnya umur sekitar 30-an. Dia minta uang Rp 5 ribu buat beli nasi. Saya bilang tidak punya uang,” ungkap Hanif.
Dari jarak sekitar 20 meter, Hanif juga melihat ada dua orang yang berdiri menghadap kepadanya. Kedua orang tersebut hanya diam dan memandang ke arah Hanif.
“Saya tidak mengerti apa maksudnya. Khawatir kalau dua orang itu temannya pelaku,” tutur Hanif.
Sementara bagi pengemudi truk, menghentikan laju kendaraan di Simpang Muara Meranjat adalah petaka.
Baru beberapa detik berhenti, pengemudi langsung dihampiri pelaku pemalakan. Jika tak diberi uang, pelaku melontarkan kata-kata kasar dan makian.
“Kami sopir truk ini selalu setop kalau ada orang mau nebeng. Nah waktu berhenti itulah kesempatan orang mau maksa minta uang,” ujar seorang pengemudi truk bernama Syukri.
Niat hati ingin berbuat baik malah menjadi korban pemalakan.
“Makanya sekarang kalau ada orang mau nebeng, jangan nunggu persis di Simpang Muara Meranjat. Bisa agak jauh dari sana kalau mau nebeng,” kata Syukri.
Polisi sebelumnya pernah mengamankan pelaku pemalakan di salah satu persimpangan yang ada di Jalintim tersebut. Kasat Samapta Polres Ogan Ilir AKP Sutopo menyampaikan akan meningkatkan patroli di daerah rawan tindak kejahatan jalanan.
“Kami siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait gangguan Kamtibmas di lokasi yang dimaksud,” kata Sutopo dihubungi terpisah.













