Pangkalpinang, INC,. – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pahlivi, menegaskan pentingnya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan operasional milik pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan arahan gubernur agar setiap aktivitas kedinasan benar-benar diperhitungkan secara matang dan tidak berlebihan.
Pahlivi menyampaikan, seluruh kendaraan dinas yang digunakan pejabat harus tetap mematuhi ketentuan penggunaan BBM. Selain itu, penggunaannya juga dituntut seefisien mungkin dengan mempertimbangkan urgensi tugas yang dijalankan.
Ia mencontohkan, dalam pelaksanaan tugas yang melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), tidak semua dinas perlu membawa kendaraan masing-masing. Koordinasi lintas dinas dinilai menjadi kunci agar mobilisasi dapat dilakukan secara bersama, sehingga konsumsi BBM bisa ditekan.
“Kalau bisa satu kendaraan digunakan bersama, kenapa harus banyak mobil. Ini bentuk ikhtiar kita agar penggunaan BBM lebih efisien,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pahlivi menegaskan bahwa kendaraan dinas pemerintah tidak diperbolehkan menggunakan BBM bersubsidi. Kebijakan ini penting agar subsidi benar-benar tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan.
“BBM bersubsidi itu untuk rakyat, bukan untuk kendaraan dinas apalagi kendaraan mewah. Ini yang harus kita hentikan bersama,” tegasnya.
Menurutnya, upaya efisiensi juga bisa dilakukan dengan mendorong penggunaan kendaraan yang lebih hemat bahan bakar di lingkungan pemerintah. Langkah ini tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam penggunaan energi yang bijak.
Pahlivi berharap, kesadaran bersama seluruh aparatur pemerintah dapat terus ditingkatkan, sehingga pengelolaan BBM menjadi lebih tertib, efisien, dan berkeadilan. (I20)













