Opening Desa Qur’an: Program Sekolah Gratis Hanya Dengan Membawa Sampah

- Redaksi

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang -INC,-Suasana penuh khidmat dan semangat menyelimuti Destinasi Wisata (Desa) Qur’an, dalam perhelatan akbar Opening Desa Qur’an Festival II yang resmi dibuka sebagai ajang menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Jumat (20/2).

Acara yang dipusatkan di area Sekolah Qur’anpreneur Indonesia (SQI), tepatnya di Jalan Lebak Jaya III, Kelurahan Sungai Selayur ini mengusung tema kolaborasi dengan menghadirkan 100 Tokoh Inspiratif Sumatera Selatan.

Kehadiran para tokoh inspiratif bertujuan untuk memotivasi para siswa, agar tidak hanya fasih menghafal Al-Quran, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan sesuai dengan visi sekolah.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Pulau Rimau Ajak Warga Wana Mukti Sukseskan Program P2B

Asisten II Setda Kota Palembang Isnaini Madani, mengatakan bahwa Sekolah Qur’anpreneur Indonesia memiliki terobosan yang sangat luar biasa, yang mana setiap siswa tidak dipungut biaya Sekolah, mereka hanya diminta oleh guru membawa sampah organik atau sampah rumah tangga sebagai pengganti uang iuran perbulan.

“Sebagai pengganti uang iuran Sekolah, para siswa diwajibkan membawa sampah organik rumah tangga sebanyak 3 kilogram perbulannya, yang mana sampah tersebut akan didaur ulang untuk dijadikan sesuatu yang bermanfaat, ini sebuah langkah yang sangat bagus, kreatif dan bermanfaat,” jelasnya.

Baca Juga :  Penilaian Kabupaten Layak Anak 2024, Kategori Nindya Jadi Target Pemkab Muba

Tak hanya itu saja, Isnaini yang telah berkeliling Sekolah juga mengatakan, bahwa Sekolah Qur’anpreneur Indonesia memiliki gebrakan yang patut dicontoh.

Disampaikannya, dari Bank Sampah yang ada di Sekolah Qur’anpreneur Indonesia, para siswa diajarkan untuk menyulap sampah rumah tangga seperti sisa nasi, sayur dan sampah buah menjadi kompos atau pupuk organik dan cairan nutrisi tanaman organik.

Hasil daur ulang tersebut kemudian dijual kepada masyarakat dan uangnya disisihkan untuk biaya operasional siswa seperti buku, pensil dan peralatan belajar lainnya.

Berita Terkait

Diam Tidak Selalu Emas, Pertamina Kampanyekan Respectful Workplace Ajak Pekerja Untuk Aktif
Kapolres OKI Buka Latpraops Senpi Musi 2026
Kejari OKI Sita Eksekusi Aset Negara
Apel Pendadaran PSHT Dipimpin Wakil Bupati OKI, Kapolres Ajak Peserta Jaga Kamtibmas
Maksimalkan Poskamling, Babinsa Amankan Wilayah Binaan
Pemalak di Simpang Muara Meranjat OI Kembali Beraksi, Pelaku Incar Pemotor dan Pengemudi Truk
Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian
HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:16 WIB

Diam Tidak Selalu Emas, Pertamina Kampanyekan Respectful Workplace Ajak Pekerja Untuk Aktif

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:47 WIB

Kapolres OKI Buka Latpraops Senpi Musi 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 22:10 WIB

Kejari OKI Sita Eksekusi Aset Negara

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:04 WIB

Apel Pendadaran PSHT Dipimpin Wakil Bupati OKI, Kapolres Ajak Peserta Jaga Kamtibmas

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:01 WIB

Maksimalkan Poskamling, Babinsa Amankan Wilayah Binaan

Berita Terbaru

Jakarta

Dinda Rembulan  Minta Menteri UMKM  Perhatikan  Gen Z

Kamis, 11 Jun 2026 - 17:27 WIB

Daerah

Kapolres OKI Buka Latpraops Senpi Musi 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 11:47 WIB

Daerah

Kejari OKI Sita Eksekusi Aset Negara

Senin, 8 Jun 2026 - 22:10 WIB