OGAN ILIR -INC,-Beredar isu perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Sriwijaya (Unsri).
Korbannya yakni seorang mahasiswa junior PPDS Unsri.
Bahkan korban disebut-sebut sempat melakukan percobaan bunuh diri hingga keluar dari PPDS.
Selain perundungan, mahasiswa tersebut juga diperas untuk membiayai keperluan pribadi senior.
“Modus kejahatan (pemerasan) itu dilakukan dengan meminta uang tunai kepada junior untuk kepentingan pribadi,” kata seorang informan, Rabu (7/1/2026).
Merespon kabar ini, pihak Rektorat Unsri angkat bicara.
Rektor Unsri Prof. Taufiq Marwa mengatakan bahwa penyelidikan telah dilakukan sejak September 2025 lalu.
“Terkait dugaan perundungan dalam lingkungan PPDS Fakultas Kedokteran Unsri, perlu disampaikan bahwa kami telah mengambil langkah-langkah awal secara institusional,” kata Taufiq melalui keterangan tertulis.
Rektor Unsri menugaskan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk membantu dan berkoordinasi dalam proses investigasi.
Taufiq menyebut tahap klarifikasi telah dilakukan dengan meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk senior dan sejawat yang berada dalam lingkup akademik yang sama.
“Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memahami konteks permasalahan secara menyeluruh dan berimbang. Selain itu, Fakultas Kedokteran juga telah memberikan pendampingan akademik dan non akademik berupa layanan konseling sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan peserta didik,” terang Taufiq.
Saat ini, proses investigasi internal masih berlangsung.
Unsri berkomitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, sehat dan bermartabat.
Serta tidak menoleransi segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai profesionalisme dan etika akademik.
“Pada saat yang sama, Unsri juga berkewajiban melindungi hak, martabat dan privasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses ini,” jelas Taufiq.













