Bangka, INC,. – Anggota DPD RI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ustadz Zuhri M. Syazali, Lc,. MA. menyerap aspirasi masyarakat terkait upaya pelestarian budaya lokal saat bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Desa Bintet, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.
Dalam pertemuan tersebut, ia juga bertemu dengan tokoh adat yang dikenal sebagai tokoh muda sekaligus leluhur kelima yang akrab disapa Pak Jahok. Pertemuan ini membahas keberadaan tradisi adat Titang Tua yang masih dijaga oleh masyarakat setempat.
Ustadz Zuhri menyambut baik aspirasi, masyarakat yang ingin menjaga dan melestarikan tradisi tersebut. Menurutnya, pelestarian budaya lokal merupakan langkah positif yang perlu mendapat perhatian bersama, terlebih saat ini pemerintah telah memberikan ruang melalui kebijakan di bidang kebudayaan.
Ia menuturkan bahwa saat ini, pemerintah memiliki kementerian yang secara khusus menangani kebudayaan. Dengan adanya dukungan regulasi dan perhatian pemerintah, berbagai budaya daerah di Indonesia termasuk di Bangka Belitung memiliki peluang untuk terus diberdayakan dan dilestarikan.
“Ini adalah hal yang sangat positif. Sekarang pemerintah juga memiliki Kementerian Kebudayaan, artinya ada perhatian negara untuk bagaimana budaya yang ada di negeri ini bisa diberdayakan dan dioptimalkan, termasuk di Bangka Belitung,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tradisi, Titang Tua yang ada di Desa Bintet merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah yang perlu dijaga. Tradisi tersebut juga memiliki nilai-nilai keislaman yang tercermin dalam kehidupan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan budaya Suku Mapur.
Sebagai wakil daerah di tingkat pusat, ia menegaskan memiliki kewajiban untuk menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkan harapan mereka agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan pemerintah di berbagai tingkatan.
Ustadz Zuhri juga mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua Generasi Emas Indonesia (GESID) Bangka Belitung, Suardian Ramadan, untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait pelestarian budaya tersebut.
Ia berharap ke depan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat, dapat bersinergi untuk mengangkat serta melestarikan budaya-budaya positif yang ada di daerah.
Menurutnya, Indonesia merupakan bangsa yang kaya dengan adat istiadat dan budaya. Karena itu, upaya menggali dan menjaga khazanah budaya menjadi penting agar nilai-nilai luhur yang ada di dalamnya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. (I20/INC)












