BANYUASIN,inewsnusantara.com,- Tancap gas, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mantar Mas Jaya Desa Talang Ipuh, Kecamatan Suak Tapeh, terus berbenah kolam budidaya ikan lele guna meningkatkan pendapatan dalam mendukung ketahanan pangan.
Direktur BUMDes Mantar Mas Jaya
Desa Talang Ipuh Syahroli SP, mengungkapkan, memang saat ini pihaknya selaku pengelola utama dalam usaha ini akan terus berbenah kolam budidaya ikan lele tersebut.Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan.
“Budidaya ikan lele oleh BUMDes Mantar Mas Jaya Desa Talang Ipuh, ini menjadi salah satu upaya memanfaatkan potensi sumber daya alam desa secara produktif,” ujar Syahroli saat dibincangi media ini, Kamis (1/5).
Ia juga menjelaskan, ada beberapa
poin penting terkait BUMDes dan budidaya ikan lele, seperti pemanfaatan Lahan, BUMDes memanfaatkan lahan yang ada di desa untuk kegiatan budidaya ikan lele, seperti kolam tanah, kolam terpal, atau bahkan memanfaatkan bangunan bekas.
Selanjutnya, Investasi BUMDes,
dimana BUMDes menanggung
seluruh biaya proyek budidaya ikan
lele, termasuk biaya pengorekan lahan, pengadaan bibit, dan biaya operasional lainnya.
“Kemudian, Pengelolaan Kolam, yang mana Kolam budidaya ikan lele perlu dikelola dengan baik, termasuk pengapuran, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit,” terangnya.
Budidaya ikan lele oleh BUMDes
Mantar Mas Jaya ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan desa dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, baik melalui pemasaran hasil panen maupun pembukaan lapangan kerja.
“Hasil budidaya ikan lele dapat dipasarkan di tingkat kecamatan, kabupaten, atau bahkan daerah lain, melalui kerja sama dengan restoran, supermarket, atau penjual ikan lele lainnya,”tuturnya.
“Program ini dijalankan melalui BUMDes sebagai salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat kemandirian desa dalam sektor pangan,”timpalnya.
Syahroli juga menerangkan, bahwa kolam budidaya ikan lele yang dikelola oleh BUMDes Mantar Mas Jaya ini adalah kolam tanah seluas 10 X 30 Meter dan telah ditaburkan bibit ikan lele sebanyak 40 ribu ekor.
Terpisah, Kades Talang Ipuh Ardina
saat dikonfirmasi mengatakan bahwa budidaya ikan lele dipilih karena memiliki potensi besar dari segi ekonomi dan kebutuhan pasar lokal yang terus meningkat.
Selain itu, budidaya lele dinilai lebih mudah dikelola dan membutuhkan modal yang relatif kecil, sehingga cocok dikembangkan di tingkat desa.
“Melalui program ini, kami ingin memberdayakan masyarakat sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Ketahanan pangan tidak hanya soal memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi warga desa,” terang Ardina.
Ia menegaskan, BUMDes sebagai pengelola utama program ini akan mengatur seluruh proses budidaya, mulai dari penyediaan bibit, pakan, hingga pemasaran hasil panen.
“Dengan sistem yang terstruktur, diharapkan produksi ikan lele mampu memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, bahkan bisa diperluas ke pasar sekitar,” ucapnya.
Ardina berujar Program ketahanan pangan berbasis budidaya ikan lele ini juga sejalan dengan visi Pemdes Talang Ipuh untuk membangun desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Lanjutnya, selain budidaya ikan, ke depan desa ini berencana memperluas pengembangan sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari program ketahanan pangan berkelanjutan.
“Dengan semangat gotong-royong dan partisipasi aktif masyarakat, Pemdes Talang Ipuh optimis program ini akan menjadi langkah dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan taraf hidup warganya,” tegasnya. (Adm)













