Palembang,inewsnusantara.com,-Klub sepakbola kebanggaan Sumatera Selatan Sriwijaya FC dikabarkan kritis. Sriwijaya FC krisis keuangan sehingga menunggak gaji pemain dan pelatih selama dua bulan. Prihatin dengan kondisi Laskar Wong Kito yang terancam degradasi ke Liga 3 Indonesia,puluhan suporter Sriwijaya fc melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor sekretariat sriwijaya fc, di Palembang Square Rabu siang 11/12/2024.
Mereka mendesak digi sport selaku pemegang saham mayoritas meninggalkan sfc. Manager sriwijaya fc Ajie Bastari memaparkan kesulitan finansial saat ini. Sejak liga dua bergulir musim ini modal menjalani liga tergerus dengan minimnya sponsor, dan beberapa investor batal menyuntikkan dana, belum lagi masih punya hutang manajemen sebelumnya .
Terakhir rekening sfc diblokir pajak karena menunggak hutang tiga koma tujuh miliar sejak tahun 2016 padahal di rekening itu ada dana 400 juta untuk DP pemain. Dengan kondisi ini manajemen sfc tak berdaya dan legowo, jika ada pihak yang bersedia menyelamatkan sfc.
“Kami legowo jika ada pihak yang bersedia menyelamatkan Sriwijaya FC, karena komitmen kami sejak awal menyelamatkan SFC”ujar Ajie>
Sementara itu perwakilan suporter sfc Qusoy mengaku lega dengan sambutan manajemen sfc dirinya yang dekat dengan pelatih dan pemain berjanji meyakinkan pemain bermain lagi demi menghindari denda dan ancaman degradasi
“Setelah pertemuan ini kami akan mendekati pemain untuk tetap bertanding pada tanggal 14 Desember,agar terhindar dari kalah WO,sanksi dan ancaman degaradasi ke liga 3”ujar Qusoy pentolan supporter Sriwijaya FC.
“Kami juga menunggu janji HDCU yang katanya akan mengirim orang terbaik di manajemen SFC untuk menyelamatkan sriwijaya krisis keuangan” teriak Qusoy. Kelompok supoter berulang kali menyatakan mengusir manajeman saat ini.selanjutnya manajemen digi sport akan bertemu tokoh yang menjanjikan penyelamatan sriwijaya fc













