BANGKA BELITUNG,Inewsnusantara.com – Ribuan mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB), menggelar aksi unjukrasa di halaman Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa sore (18/02/2025).
Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bangka Belitung (UBB), Ilham habibi Ma’ruf menyampaikan, aksi ini dilakukan guna menyuarakan #Indonesiagelap mengenai, sejumlah kebijakan pemerintah pusat yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Munculnya ketika Instruksi Presiden (Inpres) nomor 1 tahun 2025 terkait, efisiensi anggaran sehingga berdampak sangat besar hampir di segala sektor termasuk di bidang kesehatan dan pendidikan.
Diketahui, Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sudah melakukan efisiensi sebesar 23,95% atau Rp. 8,03 triliun.
Anggaran belanja awal sebesar Rp. 33,5 triliun, akibat dari pemangkasan anggaran tersebut sejumlah program pendidikan yang sebelumnya telah dipersiapkan maka terancam ditunda pelaksanaannya di tahun 2025.
Ilham merasa heran akan kebijakan yang Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ambil khusunya dalam sektor pendidikan.
“Ini jadi sebuah tolak ukur bahwa Indonesia adalah negara yang tidak maju, sementara negara-negara lain pendidikan menjadi prioritas utama sedangkan di Indonesia untuk di bawah rezim Prabowo-Gibran, pendidikan dan kesehatan malah dijadikan sektor pendukung,” jelasnya.
Pergeseran sektor pendidikan dan kesehatan bukan menjadi prioritas, tetapi menjadi salah satu ancaman bagi seluruh masyarakat terutama pelajar atau mahasiswa yang ingin menuntut pendidikan lebih tinggi.
Diungkapkan Ilham, bila tuntutan ini tidak ditindak lanjuti pihaknya berjanji segera melakukan aksi lanjutan dan menurunkan massa lebih banyak lagi.
“Akan ada aksi dengan estimasi massa lebih banyak serta mengundang BEM se- Babel dan koalisi masyarakat sipil,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Edi Nasapta, berjanji akan meneruskan seluruh aspirasi mahasiswa kepada pemerintah pusat.
“Kami sudah mendengar dan mengerti, serta sebagai pimpinan DPRD Babel, pastinya akan menyerap dan akan sesegera mungkin untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.
Hanya saja, lanjut Edi, pihaknya tidak bisa menindaklanjuti lebih jauh, karena apa yang disuarakan saat ini bukan kebijakan daerah.
“Mohon dipahami, ini kebijakan pemerintah pusat, bukan kebijakan Pj atau gubernur definitif nanti, ini benar-benar kebijakan pusat, kami juga memiliki fraksi di DPR tentunya akan kami suarakan,” jelasnya.
Edi juga mengapresiasi, mahasiswa yang berperan dan peduli terhadap kondisi pemerintahan dan masyarakat.
” Hari ini kita berbangga karena mahasiswa menyuarakan apa yang menjadi keluh kesah terhadap apa yang terjadi di masyarakat, sudah saya dengarkan dan saya serap percayalah aspirasi mahasiswa juga aspirasi kita semua,” tandasnya. (Riski)













