Bangka, INC.,-Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Zarril Khifarri, pada Masa Sidang I Tahun Sidang II Tahun 2026 di Kampung Bukit Kuala, Kelurahan Matras, Kecamatan Sungailiat, Minggu siang (18/01/2026).
Berubah menjadi ruang curhat warga, terkait berbagai persoalan infrastruktur dasar hingga kesejahteraan masyarakat.
Sedikitnya, seratus warga memadati lokasi reses dan menyampaikan langsung keluhan yang selama ini dinilai belum mendapatkan solusi konkret, meski telah berulang kali diusulkan melalui Musrenbang Desa.
Salah seorang warga, Margono, mengeluhkan kondisi jalan di kawasan Danau Ranau yang rusak parah. Kerusakan tersebut diperparah dengan tidak adanya bandar jalan di tikungan menuju objek wisata, sehingga saat musim hujan kawasan tersebut kerap dilanda banjir.
“Setiap Musrenbangdes selalu kami sampaikan dan ajukan, tapi sampai sekarang belum juga terealisasi,” ungkapnya.
Keluhan lain disampaikan Ketua RT 01, Meri, yang menyoroti minimnya lampu penerangan jalan di wilayahnya serta sulitnya akses menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU).
“Kalau malam gelap, dan kalau ada warga meninggal sangat menyulitkan,” ujarnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, dr. Zarril menjelaskan bahwa sebagian besar persoalan yang disampaikan merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Bangka. Namun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kita tidak diam, kita akan sama-sama menghadap Bupati, Wakil Bupati, Sekda, atau pihak berwenang. Nanti kita atur waktunya dan datang bersama,” tegasnya.
Selain persoalan infrastruktur, isu kesejahteraan tenaga pendidik keagamaan juga menjadi perhatian. Ustadz Fredi menyampaikan bahwa insentif guru TPA dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah dua tahun terakhir tidak lagi diterima.
“Honor guru TPA hanya sekitar Rp200 ribu per bulan, kami berharap ada perhatian kembali, walaupun kecil,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, dr. Zarril meminta para guru TPA untuk segera menyusun proposal agar dapat diperjuangkan bersama ke Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Babel.
“Silakan buat proposalnya, nanti kita sama-sama menghadap ke Kesra Babel. Ini akan kita perjuangkan,” jelasnya.
Di sela kegiatan reses, dr. Zarril juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, salah satunya dengan mencukupi konsumsi air putih untuk menjaga kesehatan ginjal.
Menutup kegiatan, ia menegaskan bahwa tugas wakil rakyat adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat, bahkan di luar agenda resmi reses.
“Wakil rakyat adalah wakilnya rakyat. Jangan sungkan menyampaikan dan ‘memerintahkan’ kami untuk memperjuangkan aspirasi pembangunan,” pungkasnya.
Kegiatan reses berlangsung hangat dan penuh dialog, mencerminkan harapan masyarakat Bukit Kuala agar berbagai persoalan yang selama ini terpendam dapat benar-benar ditindaklanjuti oleh pemerintah terkait.













