OKI, inewsnusantara. Com-Buah duku Komering merupakan salah satu buah khas Sumatera Selatan yang cukup terkenal karena rasanya yang manis legit dan memiliki citarasa yang luar biasa.
Nama duku Komering pun cukup populer hingga ke berbagai pulau yang ada di Indonesia.
Namun sayang kini produksi buah duku itu mengalami penurunan yang cukup drastis lantaran memang pohon duku yang ada tidak lebat berbuah atau berkurang dari biasanya bahkan ada yang tidak berbuah sama sekali.
Seperti halnya yang terjadi di kebun-kebun duku yang ada di desa Kotabumi Kecamatan Tanjung Lubuk, Kab. OKI, Sumatera Selatan.
Pemilik Kebun, Arif Rahman (23), kepada awak media ini, Senin (27/01) mengatakan, kebun duku miliknya berjumlah 100 batang.
Diantara 100 tersebut yang berbuah hanya ada berkisar 30 batang, itu pun tidak lebat. Sisanya tidak berbuah sama sekali.
Diakui Arif, biasanya dalam satu batang pohon duku bisa menghasilkan 20-30 peti duku setelah dipanen namun kini hanya menghasilkan lima peti duku saja.
Penurunan ini dinilai cukup signifikan tetapi tetap disyukuri karena sedikit bisa menambah pendapatan ekonomi.
Satu harganya sendiri, dijelaskan Arif, yakni sebesar Rp. 150 ribu per petinya yang dijual dan dipasarkan ke pasar-pasar di pulau Jawa dan sekitarnya.
Berkurangnya produksi buah duku musiman ini karena buahnya yang tidak lebat juga dikarenakan banyaknya pohon duku yang mati akibat terserang penyakit.
“Duku kami saja saat ini sudah ada sekitar 40 pohon yang mati diserang penyakit makanya kami bingung, selain buahnya yang sedikit juga terserang penyakit”, ujar Arif sedih.
Untuk itu diharapkan kepada pemerintah agar kiranya bisa mencarikan solusi agar pohon duku yang masih ada bisa terselamatkan dari serangan penyakit sehingga keberadaan duku Komering terus lestari dan buahnya terus berproduksinya dengan baik sesuai harapan. (Yud)













