Proyek Disdik OKI Diduga Syarat Penyimpangan

- Redaksi

Senin, 4 Agustus 2025 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OKI, inewsnusantara. Com-Pada tahun 2024 yang lalu, dinas pendidikan Kab. OKI, Sumatera Selatan melaksanakan berbagai macam kegiatan, salah satunya berupa proyek fisik.

Namun ironis, proyek fisik yang dilaksanakan dari dana APBD tahun 2024 itu diduga syarat penyimpangan.

Pasalnya hasil investigasi dilapangan banyak sekali ditemukan kejanggalan pada realisasi proyek tersebut.

Mulai dari mark up anggaran, pengerjaan proyek asal jadi hingga dugaan kongkalingkong serta dugaan pembiaran maupun dugaan “main mata antara pemborong dan dinas terkait guna memperlancar aksinya.

Seperti halnya pada realisasi proyek yang dilaksanakan di SMPN 3 Kayu Agung.

Dimana pada tahun 2024, terdapat dua proyek pada sekolah tingkat pertama itu, yakni penambahan ruang kelas baru sebanyak tiga unit dengan nilai pagu sebesar Rp. 660 juta.

Fakta di lapangan, pengerjaan proyek itu diduga asal jadi. Hal itu terlihat jelas dari kondisinya saat ini sudah banyak yang mengalami kerusakan padahal umur pelaksanaan proyek belum terlalu lama.

Baca Juga :  Patroli Sat Samapta Polres Banyuasin Jaga Kondusifitas Wilayah

Tender dilaksanakan pada akhir tahun 2024, dan diselesaikan pada awal tahun 2025. Artinya usianya saat ini masih dalam hitungan bulan namun kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan.

Dinding yang retak, begitu juga dengan lantai kelas berbahan keramik itu juga pecah.

Bahkan menurut info yang didapat bahwa pihak sekolah sudah melakukan perbaikan pada lantai keramik yang pecah karena khawatir akan membahayakan siswa yang ada.

Selain pembangunan ruang kelas itu, juga dilaksanakan pembangunan pagar sekolah sepanjang 350 meter dengan pagu anggaran sebesar Rp. 350 juta dari dana APBD tahun 2024.

Lagi-lagi pembangunan proyek itu juga terindikasi menyimpang. Bahkan secara kasat mata ukurannya tidak sepanjang 350 meter sesuai LPSE yang tertera.

Pembangunan diperkirakan hanya sepanjang 200 meter saja dari 350 meter yang dimaksud.

Baca Juga :  Lapas Kelas II B Kayu Agung Dukung Ketahanan Pangan Lewat Akselerasi

Sehingga hal tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengapa bisa terjadi?

Dimana letak fungsi pengawasan dinas pendidikan dalam hal ini, yang seakan-seakan terkesan terjadi pembiaran.

Apakah ini ada unsur kesengajaan karena adanya dugaan “main mata antara kontraktor dan oknum yang tidak bertanggungjawab di dinas pendidikan guna memperlancar aksinya.

Sementara pihak sekolah diketahui hanya menerima kunci, semuanya dikerjakan oleh kontraktor tanpa keterlibatan sekolah sama sekali.

Semua pihak pun diminta untuk turun tangan termasuk APH guna menindaklanjuti persoalan yang terjadi karena kemungkinan besar hal serupa juga terjadi pada proyek-proyek di sekolah lain.

Apalagi mengingat dana yang dikucurkan cukup fantastis dan terindikasi merugikan keuangan negara.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan Kab. OKI, M. Refli, belum berhasil dikonfirmasi.

Berita Terkait

Warga Mangsang Desak Mabes Polri
Masyarakat Desa Baturaja EPD Keluhkan Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran
Kurang Dari 24 Jam, Polres OKI Tangkap Pelaku Penganiayaan Maut di Air Sugihan
Bio Solar Langka, SPBU Palem Raya Diduga Sarang Mafia BBM Subsidi
Galang Kekuatan Pertahanan Rakyat, Babinsa Aktifkan Linmas Desa
Pantau Keamanan Wilayah, Babinsa Koptu Harisun Rutin Sambangi Poskamling
PWI Bateng Perkuat Kemitraan dengan Kapolres Baru, AKBP Samuel Siap Lanjutkan Program Positif
Berikan Materi Bela Negara Serta Wawasan Kebangsaan, Babinsa Bentuk Karakter Siswa Melalui MPLS

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:38 WIB

Warga Mangsang Desak Mabes Polri

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:24 WIB

Masyarakat Desa Baturaja EPD Keluhkan Penyaluran Bansos Tak Tepat Sasaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:07 WIB

Kurang Dari 24 Jam, Polres OKI Tangkap Pelaku Penganiayaan Maut di Air Sugihan

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:15 WIB

Bio Solar Langka, SPBU Palem Raya Diduga Sarang Mafia BBM Subsidi

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:50 WIB

Galang Kekuatan Pertahanan Rakyat, Babinsa Aktifkan Linmas Desa

Berita Terbaru

Palembang

Warga Mangsang Desak Mabes Polri

Senin, 27 Jul 2026 - 18:38 WIB

Banyuasin

Galang Kekuatan Pertahanan Rakyat, Babinsa Aktifkan Linmas Desa

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:50 WIB