PANGKALPINANG, inewsnusantara.com– Tuntut Tegakkan keadilan dan transparansi hukum untuk Mafia timah di Bangka Belitung, maka ratusan mahasiswa dan aliansi masyarakat Bangka Belitung (Babel), menggelar aksi damai yang digelar di Alun-alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang, Kamis pagi (13/02/20025).
Wakil BEM Universitas Pertiba, Muhammad Hafiz dalam orasinya menyampaikan, kehadiran mereka bukan sekadar sebagai pelengkap demonstrasi, melainkan sebagai garda terdepan dalam perjuangan menegakkan keadilan. “Aset yang telah dikorupsi harus dikembalikan ke daerah, demi kesejahteraan masyarakat”, tegasnya.
Ia juga menyampaikan, aksi ini menuntut penegakan hukum yang adil terhadap kasus korupsi mafia timah yang telah merugikan negara hingga Rp.271-300 triliun.
“Kami mendesak pemerintah pusat khususnya Komisi II dan III DPR RI yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk mengambil langkah tegas dalam mengusut tuntas kasus ini,” katanya.
“Selain itu, kami menuntut agar aset-aset hasil korupsi dikembalikan ke daerah sebagai bentuk keadilan bagi masyarakat Bangka Belitung,” imbuhnya.
Hafiz juga mengingatkan, agar PT Timah untuk lebih berhati-hati dalam pengelolaan industri pertimahan, menghindari kesalahan yang sama di masa lalu, dan memastikan tata kelola yang transparan serta akuntabel.
“Bahwa hari ini, Babel memiliki 3 Anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI terpilih akan tetapi terkesan tidak menyuarakan Provinsi ini. Padahal, saat ini Bangka Belitung adalah provinsi termiskin nomor 2 di Indonesia,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, gerakan ini tidak hanya sebatas aksi hari ini, karena ini hanya langkah awal dari perjuangan panjang mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal kebijakan publik.
“Kami akan terus, mengawasi dan menuntut transparansi serta akuntabilitas dari pihak-pihak terkait. Mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat, dan kami tidak akan diam melihat ke tidakadilan yang terus terjadi di Provinsi Babel ini,” tegasnya.
Ia juga menyerukan, kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu dalam perjuangan ini, karena keadilan bukanlah sesuatu yang bisa ditawar-tawar, ucapnya.
“Bangka Belitung berhak mendapatkan haknya kembali. Semoga dengan aksi ini, keadilan dapat ditegakkan, dan aset-aset yang telah dirampas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dapat dikembalikan untuk kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung,” pungkasnya. (Riski)













