Kilang Pertamina Plaju, Kilang Bersejarah di Tepi Sungai Musi Penopang Energi Negeri

- Redaksi

Jumat, 31 Oktober 2025 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plaju, 31 Oktober 2025*inewsnusantara.com,– Di tepian Sungai Musi yang legendaris, berdiri kokoh Kilang Pertamina Plaju, salah satu kilang tertua di Indonesia yang beroperasi di tepi sungai besar. Keberadaannya di sepanjang aliran Sungai Musi bukan hanya menjadi ciri geografis yang unik, tetapi juga menandai eratnya hubungan antara industri energi nasional dengan sejarah dan budaya masyarakat Sumatera bagian Selatan.

Sungai Musi dikenal sejak berabad-abad lalu sebagai nadi kehidupan dan perdagangan Palembang. Dari sungai inilah denyut ekonomi dan peradaban masyarakat tumbuh. Letak strategis Kilang Pertamina Plaju di tepi sungai besar ini sejak awal berdirinya telah mendukung kelancaran logistik dan distribusi, baik untuk bahan baku maupun produk energi yang dihasilkan. Lebih dari sekadar fasilitas industri, kilang ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitarnya menggambarkan harmoni antara teknologi, sejarah, dan kearifan lokal.

Khabibullah Khanafie, General Manager RU III Plaju mengatakan “Keunikan lokasi kilang di tepi Sungai Musi menjadikan RU III Plaju bukan hanya aset industri energi, tetapi juga bagian dari identitas Palembang. Di sinilah kita melihat bagaimana sejarah, budaya, dan energi berpadu dalam satu kawasan yang terus memberi kontribusi besar bagi bangsa,”

Berdiri di lokasi yang sarat sejarah, Kilang Pertamina Plaju menyimpan perjalanan panjang energi Indonesia. Sejak 1904, perusahaan Belanda, Shell, membangun kilang pertama di Plaju, disusul Stanvac dari Amerika Serikat yang mendirikan kilang di Sungai Gerong pada 1926. Kedua kilang ini memanfaatkan potensi alam Sumatera Selatan, mengolah minyak mentah dari Prabumulih, Pendopo, dan sekitarnya, yang diangkut melalui aliran Sungai Musi.

Baca Juga :  Sie Propam dan Sat Intelkam Polres Ogan Ilir Gelar Wawancara Tokoh Masyarakat Terkait Reformasi Polri

Perjalanan kilang ini tidak selalu mudah. Pada masa Perang Dunia II, fasilitas sempat menjadi rebutan kekuatan dunia dimanfaatkan Sekutu untuk suplai bahan bakar alat perang, hingga akhirnya diserang oleh pasukan Jepang pada 1942. Setelah Indonesia merdeka, kilang yang semula dikuasai asing dinasionalisasi menjadi bagian dari Pertamina Plaju pada 1965, disusul Kilang Sungai Gerong pada 1970. Sejak itu, keduanya bersatu di bawah Refinery Unit (RU) III Plaju, menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Kini, lebih dari seabad kemudian, Kilang Pertamina Plaju beroperasi dengan kapasitas produksi lebih dari 120 MBSD (thousand barrels per stream day). Dari tepian Musi, kilang ini menghasilkan beragam produk energi dan petrokimia yang memasok hingga 60% kebutuhan energi di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Dengan kontribusi sebesar itu, Plaju tidak hanya menjadi titik penting dalam peta energi nasional, tetapi juga bagian dari aktivitas ekonomi dan keseharian masyarakat Sumatera bagian selatan.

Baca Juga :  Realisasikan DD Tahun 2025, Pemdes Talang Ipuh Bangun Jalan Lingkungan Rabat Beton

Selain nilai sejarah dan lokasi yang unik, Kilang Pertamina Plaju juga memiliki karakter operasional yang khas. Hingga kini, kilang ini masih mengandalkan pembangkit gas turbine sebagai sumber energi utama teknologi yang telah dioptimalkan agar tetap efisien dan andal dalam menjaga kontinuitas produksi.

Lokasinya yang berada di dataran rendah dan berdekatan dengan jalur transportasi sungai juga memberikan keuntungan tersendiri. Akses pengiriman produk melalui kapal General Purpose (GP) mendukung efisiensi distribusi dan memperkuat rantai pasok energi di wilayah Sumatera. Sinergi antara lokasi, infrastruktur, dan sejarah panjang inilah yang membuat Kilang Pertamina Plaju terus relevan hingga kini.

“Sebagai satu-satunya kilang di Indonesia yang beroperasi di tepi sungai besar, RU III Plaju menjadi contoh bagaimana warisan sejarah dapat berjalan beriringan dengan kemajuan industri. Kami berupaya menjaga keandalan operasi, sekaligus terus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” tambah Khanafie.

Lebih dari seratus tahun setelah pertama kali berdiri, Kilang Pertamina Plaju tetap menjadi bagian penting dari perjalanan energi Indonesia. Dengan akar sejarah yang kuat dan semangat berinovasi yang berkelanjutan, kilang ini terus menjalankan perannya sebagai penopang pasokan energi Sumbagsel dan nasional.

Berita Terkait

Diam Tidak Selalu Emas, Pertamina Kampanyekan Respectful Workplace Ajak Pekerja Untuk Aktif
Kapolres OKI Buka Latpraops Senpi Musi 2026
Kejari OKI Sita Eksekusi Aset Negara
Apel Pendadaran PSHT Dipimpin Wakil Bupati OKI, Kapolres Ajak Peserta Jaga Kamtibmas
Maksimalkan Poskamling, Babinsa Amankan Wilayah Binaan
Pemalak di Simpang Muara Meranjat OI Kembali Beraksi, Pelaku Incar Pemotor dan Pengemudi Truk
Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian
HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:16 WIB

Diam Tidak Selalu Emas, Pertamina Kampanyekan Respectful Workplace Ajak Pekerja Untuk Aktif

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:47 WIB

Kapolres OKI Buka Latpraops Senpi Musi 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 22:10 WIB

Kejari OKI Sita Eksekusi Aset Negara

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:04 WIB

Apel Pendadaran PSHT Dipimpin Wakil Bupati OKI, Kapolres Ajak Peserta Jaga Kamtibmas

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:01 WIB

Maksimalkan Poskamling, Babinsa Amankan Wilayah Binaan

Berita Terbaru

Jakarta

Dinda Rembulan  Minta Menteri UMKM  Perhatikan  Gen Z

Kamis, 11 Jun 2026 - 17:27 WIB

Daerah

Kapolres OKI Buka Latpraops Senpi Musi 2026

Kamis, 11 Jun 2026 - 11:47 WIB

Daerah

Kejari OKI Sita Eksekusi Aset Negara

Senin, 8 Jun 2026 - 22:10 WIB