OGAN ILIR, inewsnusantara.com-Jembatan penghubung di daerah Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir, kembali mengalami kerusakan yang berpotensi membahayakan pengendara.
Informasi dari warga, jebolnya jembatan tersebut sejak Rabu (15/1/2025) dinihari.
Jembatan yang merupakan trase jalan provinsi tersebut menghubungkan Kelurahan Payaraman dengan Desa Tebedak 1 dan Tebedak 2.
Kepala Desa Tebedak 1, Zuhriyadi mengatakan, lubang yang ditimbulkan memiliki diameter sekitar 50 cm lebih.
Guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan, warga memasang patok darurat berupa bambu di lubang jembatan tersebut.
“Dengan kondisi jembatan seperti ini, sangat berisiko kerusakan bertambah parah jika dilalui kendaraan muatan tonase tinggi,” kata Zuhriyadi, Kamis (16/1/2025).
Jika kerusakan bertambah parah dan lubang semakin menganga, dikhawatirkan jembatan bakal terputus total.
“Yang dikhawatirkan adalah, desa kami (Tebedak 1) terisolir gara-gara kerusakan jembatan ini,” kata Zuhriyadi.
Ini bukan kali pertama jembatan yang juga jalur alternatif dari Ogan Ilir menuju Muaraenim itu rungkad.
Pada Mei 2023 lalu, Jembatan Kuning warga biasa menyebutnya, ambruk karena setelah salah satu pondasinya patah.
Namun kondisi tersebut hanya berlangsung satu minggu karena diperbaiki secara darurat.
Pada April 2024 lalu, jembatan selesai diperbaiki secara permanen.
Namun kini jembatan kembali rusak, kali ini lantai betonnya jebol dan lubang yang dihasilkan berpeluang terus melebar.
Sementara berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir, jembatan tersebut dibangun pada tahun 1985.
“Dari segi usia, memang perlu adanya perbaikan karena tingginya mobilitas masyarakat khususnya kendaraan,” kata Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat.
Banyaknya aktivitas truk tonase yang lalu-lalang juga disebut Edi menjadi salah satu faktor kerusakan jembatan.
“Ditambah faktor alam yakni aliran air di bawah jembatan juga cukup deras sehingga menggerus pondasi jembatan,” kata Edi. (Mat)













