Fakta Jembatan Jalan Provinsi Jebol di Payaraman OI, Pernah Ambruk dan Kini Dipasang Patok Bambu

- Redaksi

Kamis, 16 Januari 2025 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN ILIR, inewsnusantara.com-Jembatan penghubung di daerah Kecamatan Payaraman, Ogan Ilir, kembali mengalami kerusakan yang berpotensi membahayakan pengendara.

Informasi dari warga, jebolnya jembatan tersebut sejak Rabu (15/1/2025) dinihari.

Jembatan yang merupakan trase jalan provinsi tersebut menghubungkan Kelurahan Payaraman dengan Desa Tebedak 1 dan Tebedak 2.

Kepala Desa Tebedak 1, Zuhriyadi mengatakan, lubang yang ditimbulkan memiliki diameter sekitar 50 cm lebih.

Guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan, warga memasang patok darurat berupa bambu di lubang jembatan tersebut.

“Dengan kondisi jembatan seperti ini, sangat berisiko kerusakan bertambah parah jika dilalui kendaraan muatan tonase tinggi,” kata Zuhriyadi, Kamis (16/1/2025).

Baca Juga :  Kades Seri Dalam di Ogan Ilir yang Merangkap PPPK Paruh Waktu Miliki Usaha Tambang Pasir

Jika kerusakan bertambah parah dan lubang semakin menganga, dikhawatirkan jembatan bakal terputus total.

“Yang dikhawatirkan adalah, desa kami (Tebedak 1) terisolir gara-gara kerusakan jembatan ini,” kata Zuhriyadi.

Ini bukan kali pertama jembatan yang juga jalur alternatif dari Ogan Ilir menuju Muaraenim itu rungkad.

Pada Mei 2023 lalu, Jembatan Kuning  warga biasa menyebutnya, ambruk karena setelah salah satu pondasinya patah.

Namun kondisi tersebut hanya berlangsung satu minggu karena diperbaiki secara darurat.

Pada April 2024 lalu, jembatan selesai diperbaiki secara permanen.

Namun kini jembatan kembali rusak, kali ini lantai betonnya jebol dan lubang yang dihasilkan berpeluang terus melebar.

Baca Juga :  Korupsi Peningkatan Jalan di Rambang Kuang OI, Baru Rp 220 Juta Kerugian Negara Dikembalikan

Sementara berdasarkan keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Ilir, jembatan tersebut dibangun pada tahun 1985.

“Dari segi usia, memang perlu adanya perbaikan karena tingginya mobilitas masyarakat khususnya kendaraan,” kata Kalaksa BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat.

Banyaknya aktivitas truk tonase yang lalu-lalang juga disebut Edi menjadi salah satu faktor kerusakan jembatan.

“Ditambah faktor alam yakni aliran air di bawah jembatan juga cukup deras sehingga menggerus pondasi jembatan,” kata Edi. (Mat)

Berita Terkait

PN Palembang Ungkap AlasannyaTerdakwa Korupsi Kredit BRI Rp922,4 Miliar Tak Ditahan
8 Pejabat BRI Jalani Sidang Dugaan Kredit Bermasalah
Dua ASN Dishub Palembang Diperiksa
Manfaatkan Moment Peringatan HUT Ke 81 RI, Sertu Epriadi Pererat Silaturahmi Dengan Warga Binaan
Pemerintah Kecamatan Suak Tapeh Apresiasi Atas Kontribusi Para Investor dan Pengusaha
Warga Dusun Tanjung Menara Desa Lubuk Lancang Dihebohkan Dengan Penemuan Warga Meninggal di Kebun Karet
Meriahkan HUT Ke -81 RI, Ratusan Warga Desa Meranti Ikuti Jalan Santai
Dengarkan Pidato Kenegaraan HUT RI, Ketua DPRD OKI Ajak Perkuat Sinersigitas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:09 WIB

PN Palembang Ungkap AlasannyaTerdakwa Korupsi Kredit BRI Rp922,4 Miliar Tak Ditahan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:29 WIB

8 Pejabat BRI Jalani Sidang Dugaan Kredit Bermasalah

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Dua ASN Dishub Palembang Diperiksa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Manfaatkan Moment Peringatan HUT Ke 81 RI, Sertu Epriadi Pererat Silaturahmi Dengan Warga Binaan

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Pemerintah Kecamatan Suak Tapeh Apresiasi Atas Kontribusi Para Investor dan Pengusaha

Berita Terbaru

Hukum

8 Pejabat BRI Jalani Sidang Dugaan Kredit Bermasalah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:29 WIB

Hukum

Dua ASN Dishub Palembang Diperiksa

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB