Bulog Diminta Menyerap Gabah Hasil Petani Secara Maksimal

- Redaksi

Senin, 27 Januari 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

BANYUASIN–Pj Bupati Banyuasin, Muhammad Farid S. STP MSi bersama dengan Pj. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi SH M.S.E dan Perusahaan Umum Bulog Wilayah Sumsel Babel meninjau langsung Gabah Petani Desa Telang Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Sabtu (25/1).

Peninjauan ini guna memastikan dan mengharapkan agar pihak Badan Usaha Logistik (Bulog) di wilayah Sumsel dapat menyerap gabah petani secara maksimal menyusul telah masuknya masa panen raya padi di sejumlah sentra pangan di Sumsel.

Elen Setiadi menekankan maksud dan tujuan ke lapangan bersama dengan Bulog, dikarenakan komunikasi antara Bulog dengan petani belum terjadi dengan baik, itulah sebabnya, Bulog tidak mempunyai mitra di Desa Telang Sari Kecamatan Tanjung Lago.

“Kita sudah tunjuk tadi untuk jadi mitra disini, kemudian mitra akan bekerjasama dengan bulog segera untuk menyerap hasil panen gabah dari Kecamatan Tanjung Lago. Kabupaten Banyuasin merupakan daerah penghasil padi tertinggi di Sumsel, oleh karena itu, saya minta agar Bulog dapat menyerap gabah petani dengan maksimal mengingat pemerintah telah menghentikan kebijakan impor beras di tahun 2025,” tegas Elen.

“Bulog harus menyerap dari semua petani, tolong juga bulog bekerjasama dengan badan swasta yang memiliki dryer atau pengeringan, karena yang menjadi kendala petani adalah tidak tersedianya dryer,” imbuhnya.

Elen menuturkan, Bulog memiliki ketentuan tertentu terkait gabah yang dapat diserap dan dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) saat hasil panen tidak memenuhi standar petani akan dibeli sesuai dengan rafaksi.

Baca Juga :  Peduli Masyarakat OKI, Bhayangkari Sumsel Serahkan Sumur Bor dan Rumah Layak Huni

Menyikapi hal tersebut, Elen meminta Bupati Banyuasin bersama Danrem untuk bisa mendampingi dan memastikan bahwa gabah yang akan diserap oleh bulog itu sesuai dengan keinginan petani, semakin baik kualitasnya, maka harganya akan semakin baik.

“Kami minta Danrem untuk memastikan dan mengecek harganya besok kalau sudah ada transaksi pastikan harganya sudah Rp. 5.750 dengan kualitas hasil panen,” terangnya.

Pemerintah Provinsi lanjut Elen terus berkoordinasi dengan Pemerintah Banyuasin untuk segera memperbaiki Rice Milling Plant (RMP) atau Pabrik Pengolahan beras di Kecamatan Tanjung Lago.

“Pemprov sudah bicara dengan Bupati Banyuasin untuk memperbaiki RMP kita segerakan untuk bisa berfungsi, hingga nanti bisa meningkatkan kualitasnya, mulai dari kadar airnya bahkan bisa dibawah 25% sehingga harga Rp. 6.500 bisa kita capai disini,” tambahnya.

Elen juga menghimbau agar Dinas Pertanian Provinsi Sumsel maupun kabupaten/kota untuk sudah harus mempertimbangkan pengadaan bibit atau mulai menyiapkan benih tanam berikutnya.

“Gapoktan atau korporasi mulai mengadakan alsintan minimal dryer, karena kalau tidak ada dryer itu sulit bagi petani untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, Ini penting cara dan solusinya panen berikutnya akan lebih baik,“ tandasnya.

Baca Juga :  Kalapas Banyuasin Tetra Destorie Hadiri Pemusnahan Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Banyuasin

Sementara Manager Bisnis Perum Bulog Wilayah Sumsel Babel, Budhi Indrawan mengatakan pihak Bulog melakukan pembelian gabah dan beras petani sesuai keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 tahun 2025 tentang Perubahan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dan Rafaksi Harga Gabah Rp 6.500 adalah gabah kering panen di tingkat petani dengan kualitas kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen.

“Intinya untuk diluar kualitas masih bisa diterima namun ada harga penyesuaian atau rafaksi sesuai dengan tabel standar harga yang ditetapkan Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) atau untuk harga terendahnya itu pada kisaran Rp. 5.750,” tandasnya.

Menyikapi intruksi Pj. Gubernur Sumsel, Pj. Bupati Banyuasin Muhammad Farid membenarkan bahwa sudah ada pembicaraan dengan Pemprov untuk memperbaiki RMP, hingga nanti bisa meningkatkan kualitas gabah yang ada di Banyuasin khususnya.

Farid menekankan bahwa Kabupaten Banyuasin dalam hal ini tentu terus mengupayakan sesuai dengan instruksi provinsi dan pusat agar dapat menopang kebutuhan pangan di Banyuasin khususnya dan provinsi bahkan nasional umumnya.

Dengan adanya upaya yang dilakukan oleh Pj. Gubernur, bersama-sama kita bekerja dan bersinergi agar dapat memaksimalkan kebutuhan pangan/beras di Indonesia mengingat apa yang telah disampaikan Pj. Gubernur bahwa pemerintah telah menghentikan kebijakan impor beras di tahun 2025. (Adm)

Berita Terkait

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian
HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan
Danrem 044/Gapo: Prajurit Hebat Berawal Dari Keluarga Yang Kuat
Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI
Sembari Patroli Poskamling, Koptu Bambang Irawan Himbau Warga Waspada Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan
Jembatan Merah Putih Presisi Polres OKI di Pematang Buluran Diresmikan
Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polsek Tulung Selapan Hidupkan Kembali Sumur Bor Terbengkalai di Ujung Tanjung
Polres OKI Ungkap Kasus Penembakan di Mesuji dalam Waktu Kurang dari 12 Jam, Pelaku dan Senpi Rakitan Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:28 WIB

Sertijab Sejumlah Perwira di Polres OKI, Rotasi Jabatan Perkuat Pelayanan Kepolisian

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:36 WIB

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:49 WIB

Danrem 044/Gapo: Prajurit Hebat Berawal Dari Keluarga Yang Kuat

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:32 WIB

Polda Sumsel Perkuat Akses Pendidikan dan Ekonomi Warga melalui Jembatan Merah Putih di OKI

Rabu, 3 Juni 2026 - 08:04 WIB

Sembari Patroli Poskamling, Koptu Bambang Irawan Himbau Warga Waspada Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan

Berita Terbaru

Daerah

HAMASS Desak Kejati Sumsel Usut Korupsi Sektor Perbankan

Jumat, 5 Jun 2026 - 18:36 WIB