PAGARALAM,inewsnusantara.com,– Polemik antara PT Dempo Tirta Lestari dan sekitar 40 warga Dusun Talang Surabaya, Kecamatan Dempo Selatan, akhirnya menemui titik terang. Setelah melalui mediasi yang digelar di kantor kecamatan,Dempo Selatan, Kamis, 24 Juli 2025,
kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah krisis air bersih dengan solusi pemasangan pipa air ke masjid setempat dan keperluan warga Dusun Talang Surabaya.
Manajer PT Dempo Tirta Lestari, Angles Adi Putra, yang hadir langsung pada mediasi bersama warga Dusun talang surabaya, menyampaikan bahwa pihaknya hadir dalam mediasi untuk mendengarkan langsung keluhan warga dan mencari solusi terbaik atas persoalan yang terjadi.
“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan warga Talang Surabaya, dan akan menampung serta memberikan solusi yang terbaik”Jelas Angles.
Sebelumnya muncul keluhan warga Dusun Talang Surabaya dengan aktivitas pengeboran dan produksi air mineral oleh perusahaan diduga menyebabkan puluhan sumur- warga mengalami kekeringan. Menyikapi hal itu, PT Dempo Tirta Lestari bersedia berdialog bersama warga.
Perwakilan warga, Syahrul Efendi, mengapresiasi sikap perusahaan yang bersedia turun langsung dan mendengar suara masyarakat. Ia menegaskan bahwa warga tidak berniat menutup aktivitas PT Dempo Tirta Lestari, namun hanya ingin kepastian solusi atas krisis air yang dirasakan.
“Kami hanya ingin solusi terbaik. Tidak ada niatan untuk menghentikan operasi perusahaan, namun saya sebagai penerima keluhan warga ingin agar hak masyarakat atas air bersih tetap dipenuhi,” ujar Syahrul.
Hasil mediasi yang di lakukan di kantor Camat Dempo Selatan tersebut menghasilkan kesepakatan bersama. Pihak perusahaan akan memasang pipa dan mengalirkan air bersih ke masjid di Talang Surabaya, Proses realisasi akan secepatnya di laksanakan.
Berita acara mediasi ditandatangani oleh kedua belah pihak dan disaksikan langsung oleh Camat Dempo Selatan Drs. Dwi Satyansingh dan Kapolsek Dempo Selatan.
Dengan kesepakatan ini, warga berharap distribusi air bersih dapat kembali normal, sementara pihak perusahaan berkomitmen menjaga harmonisasi dengan warga masyarakat di lingkungan Perusahaan. (**)













