Inflasi Pangkalpinang dan Tantangan Mahasiswa Menghadapi Kenaikan Harga

- Redaksi

Minggu, 1 Juni 2025 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ditulis oleh: Nayla Deanda Syahira- Program Studi Manajemen, Universitas Bangka Belitung

Babel, inewsnusantara.com-Inflasi yang terjadi di Kota Pangkalpinang pada April 2025, sebagaimana dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), patut menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat, terutama kami sebagai mahasiswa. Kenaikan inflasi sebesar 1,67 persen secara year on year (yoy) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 106,81 mencerminkan situasi ekonomi yang tidak sepenuhnya stabil.

Kepala BPS Kota Pangkalpinang, Dewi Savitri, menjelaskan bahwa inflasi ini terutama dipicu oleh kenaikan harga di kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,71 persen.

Kenaikan ini sangat terasa di kalangan mahasiswa yang hidup dengan anggaran terbatas dan sangat bergantung pada makanan dan kebutuhan pokok yang terjangkau.

Seiring dengan itu, kelompok pengeluaran lain seperti perawatan pribadi, budaya, dan pendidikan juga turut menyumbang laju inflasi.

Baca Juga :  Pj Walikota Palembang Komitmen Jaga Kebersihan Palembang

“Sebagai mahasiswa, Saya tidak bisa memandang inflasi sebagai sekadar angka statistik. Di balik kenaikan 1,67 persen itu, ada kenyataan pahit yang kami rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Harga makanan di kantin kampus naik, biaya kebutuhan harian membengkak, dan pengeluaran rutin lainnya semakin menguras kantong. Kenaikan ini berdampak langsung pada daya beli mahasiswa, yang pada akhirnya dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan kesehatan mental”, ujarnya.

Meski terdapat kelompok yang mengalami deflasi seperti transportasi dan jasa keuangan, manfaatnya tidak terlalu dirasakan secara langsung oleh kami.

*Kebanyakan dari kami sudah menggunakan transportasi murah seperti sepeda motor atau berjalan kaki, dan penggunaan layanan keuangan masih terbatas”, tuturnya lagi.

Inflasi month to month yang mencapai 0,85 persen dan year to date sebesar 1,89 persen menunjukkan bahwa tekanan ekonomi bukan hanya insidental, melainkan cenderung berkelanjutan.

Baca Juga :  MBG OKI Kembali Viral, Menunya Penuh Ulat

Ini harus menjadi perhatian serius, baik oleh pemerintah daerah maupun pengelola kampus, untuk merumuskan strategi penanggulangan yang tepat.

Misalnya, dengan menyediakan subsidi makanan di kantin kampus, memberikan beasiswa tambahan, atau menyelenggarakan pelatihan manajemen keuangan bagi mahasiswa.

Inflasi bukan semata urusan para ekonomi atau pejabat statistik. Ia adalah kenyataan yang kami hadapi dalam bentuk harga nasi padang yang naik seribu rupiah, sabun mandi yang tiba-tiba mahal, atau biaya fotokopi yang tak lagi terjangkau.

Oleh karena itu, penting bagi semua pihak untuk menyikapi inflasi ini dengan lebih sensitif dan berpihak pada masyarakat kecil, termasuk saya sebagai mahasiswa.

Refrensi: https://inpost.id/bulan-april-inflasi-kota-pangkalpinang-naik-167-persen/

Berita Terkait

Kejari OKI Terima Mandat Amankan dan Tertibkan Aset Pemkab OKI
Satgas TMMD Kodim 0402/OKI Gelar Penyuluhan Stunting
Satgas TMMD Kodim 0402/OKI Gelar Pertandingan Sepak Bola Antar Desa
Ketua Tim Wasev TMMD Ke-128 Kunjungi Lokasi TMMD Kodim 0402/OKI
Satgas TMMD Kodim 0402/OKI Laksanakan Pembukaan Jalan Baru
Kejari OKI Resmi Limpahkan Berkas Perkara KUR
Satgas TMMD Kodim 0402/OKI Fokus Tuntaskan Program RTLH
Kodim 0402/OKI Gelar Garjas Periodik Semester I

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:18 WIB

Kejari OKI Terima Mandat Amankan dan Tertibkan Aset Pemkab OKI

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:44 WIB

Satgas TMMD Kodim 0402/OKI Gelar Penyuluhan Stunting

Selasa, 12 Mei 2026 - 23:46 WIB

Satgas TMMD Kodim 0402/OKI Gelar Pertandingan Sepak Bola Antar Desa

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:57 WIB

Ketua Tim Wasev TMMD Ke-128 Kunjungi Lokasi TMMD Kodim 0402/OKI

Senin, 11 Mei 2026 - 16:38 WIB

Kejari OKI Resmi Limpahkan Berkas Perkara KUR

Berita Terbaru

Daerah

Satgas TMMD Kodim 0402/OKI Gelar Penyuluhan Stunting

Rabu, 13 Mei 2026 - 08:44 WIB